APAKAH SAYA BOLEH MELIHAT KACA SPION?

Selamat jumpa para pendukung Kristus, apa kabar? Semoga sehat-sehat, semakin segar dan tetap semangat menyambut hari yang baru yang telah Tuhan sediakan bagi kita. Saya yakin setiap orang punya momen-momen yang indah dalam hidupnya yang tidak mudah untuk dilupakan. Seindah bagaimana pun juga itu sudah menjadi masa lalu. Sesekali kita boleh mengingatnya, tapi jangan terlalu lama, karena konsentrasi kita harus tertuju kepada perjalanan ke masa depan. Ingatlah, kaca depan mobil itu jauh lebih besar ketimbang kaca spion. Waktu kita lebih banyak untuk melihat ke depan, hanya sesekali dan sebentar saja kita melihat ke belakang melalui kaca spion. Kita memang harus melupakan masa lalu, tetapi kita tidak boleh melupakan Tuhan. Mari kita ingat-ingat nasihat Rasul Paulus pada hari ini, “…tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,”   (Filipi 3:13). Seringkali manusia begitu gampang melupakan Tuhan, apalagi saat keadaan mereka baik dan menyenangkan, seperti yang dikatakan:  “…umatKu melupakan Aku, sejak waktu yang tidak terbilang lamanya.”  (Yeremia 2:32b).  Namun sesungguhnya yang harus kita lupakan adalah pengalaman pahit, kegagalan dan juga kesalahan-kesalahan di masa lalu.  Kita bisa belajar dari Rasul Paulus yang memiliki masa lalu yang hendak ia lupakan.  Sebelum “ditangkap” oleh Tuhan Yesus, Paulus yang sebelumnya bernama Saulus adalah penganiaya jemaat; ia sangat antipati terhadap orang-orang Kristen.  Namun sejak bertemu Yesus, hidup Paulus diubahkan.  Alkitab menyatakan;  “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru:  yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”  (2 Korintus 5:17).  Itulah sebabnya Paulus bertekad untuk melupakan masa lalunya yang kelam. Sebagai orang percaya kita pun harus melakukan hal yang sama:  mengunci pintu masa lalu dan tidak mengingatnya lagi.  Adalah percuma memersalahkan diri dan terus-menerus, menyesali semua keadaan yang sudah terjadi.  Yang perlu kita lakukan adalah belajar dari keadaan itu dan bertekad untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Belajarlah dari keledai, dia tidak akan jatuh untuk kedua kali di lubang yang sama. Mari gunakan segenap kekuatan kita menuju keberhasilan bersama Tuhan.  Mungkin kita gagal di masa lalu, lupakan itu.  Pikirkanlah langkah di depan kita.  Jika kita senantiasa mengarahkan tujuan kepada Kristus, kita akan mengalami kemuliaan bersama-Nya.  Paulus telah melakukan banyak hal bagi Tuhan, tetapi dia tak menganggap dirinya telah mencapai semuanya.  Saat di penjara pun dia tetap ingin lebih mengenal Tuhan dan mengerjakan segala yang Tuhan ingin ia lakukan.  Ia tak pernah menghiraukan situasi dalam hidupnya, sekalipun penderitaan dan aniaya karena nama Tuhan harus dialaminya.  Mungkin ada diantara kita yang berkata,  “Aku bukan Paulus.  Aku tidak bisa seperti dia.”  Kita tidak perlu menjadi seperti Paulus! Tuhan ingin kita melakukan apa yang masih dapat kita lakukan bagi kemuliaan-Nya, jangan terpaku pada masa lalu! Hidup itu adalah kesempatan, tidak selamanya kesempatan itu tersedia bagi kita. Ingatlah! “…aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.”  (Galatia 2:20a). GBU & Fam. (pg)

Bersukacita! Lebih Menguatkan!

Bacaan Alkitab: “Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita.” (Filipi 1:4) WFH (Work From Home) bisa membuat hidup ini seperti dipenjarakan bagi orang yang sudah terbiasa bekerja, beraktivitas di luar rumah. Kita mengucap syukur oleh adanya pandemi Covid-19 saat ini, kita mendapatkan kesempatan emas, masih hidup, memasuki ”Era baru, New Normal, bak Habis Gelap Terbitlah Terang, dari kebiasaan di hidup lama ke kebiasaan hidup baru”. Mari kita bersukacita karena ini hari bahagia (lagu). ”Bersukacita Dengan Tulus Ikhlas, Itu Pilihan! Lebih Menguatkan Antibodi!* Sebuah kutipan bijak mengatakan, “Pergumulan dan penderitaan tak dapat dihindari, tetapi kesedihan adalah pilihan.” Ya, ada banyak alasan yang membuat kita tidak dapat bersukacita, tetapi sebenarnya sukacita tidak ditentukan oleh kondisi di sekeliling kita, tetapi dari dalam hati nurani. Dalam situasi terburuk pun, sebenarnya kitatetap dapat bersukacita, tergantung apakah kita memilih untuk tetap bersukacita atau larut dalam kesedihan. Mengawali suratnya kepada jemaat di Filipi, Paulus berkata bahwa ia sedang bersukacita dalam doanya (Filipi 1:4). Apa yang membuat Paulus bersukacita? Hidup yang nyaman? Dalam kondisi apa ia berkata demikian? Bacaan kita menunjukkan bahwa Paulus mengatakan hal ini saat ia berada dalam penjara yang begitu gelap dan dingin! Penjara boleh memenjarakan tubuhnya, tetapi tidak dapat memenjarakansukacita dalam hatiinya! Andaikan Paulus memilih untuk bersedih hati, maka kekuatannya hilang, dan pengabaran Injil Tuhan Yesus Kristus pun akan berhenti. Namun, Paulus bersandar kepada kekuatan Tuhan Yesus Kristus yang menolongnya untuk tetap bersukacita; sehingga ia dapat melihat arti penderitaannya, terus memikirkan kemajuan pengabaran Injil-NYA, dan mendoakan kesetiaan rekan-rekannya di luar penjara (Filipi 1:9-11)! Apakah pergumulan dan penderitaan merebut sebagian besar sukacita kita? Apakah masalah dalam pekerjaan, pelayanan, studi, bahkan keluarga, telah membuat kita menjadi anak Tuhan yang lupa untuk tertawa karena sukacita? Pilihan untuk terus bersedih tak akan membantu sedikit pun, sebaliknya akan membuat kita pesimis dalam memandang hidup, bahkan memperpendek umur di hidup kita. Mari kita memohon pertolongan Tuhan untuk ”dapat bersukacita dalam segala keadaan!” Hikmat hari ini: ”Penderitaan boleh membuat kita seakan-akan dipenjarakan, namun sesungguhnya kesedihan tak dapat memenjara sukacita kita di dalam Tuhan Yesus Kristus” Selamat memasuki awal minggu ini, “Sukacita itu JOY (Jesus first, Others, Yourself)” Jesus Christ bless you (sp).

KISAH SI ULAT BULU

Di sebuah taman yang indah, banyak sekali bunga yang tumbuh dan mekar. Di sana ada serumpun mawar yang sangat indah. Setiap orang yang datang ke taman itu selalu memuji keindahan bunga-bunga mawar itu yang juga menebarkan aroma wangi. Suatu hari, ada seekor ulat bulu yang berjalan-jalan di taman bunga itu. Ia begitu kagum pada keindahan taman bunga itu. Ia sangat gembira ketika tiba di dekat rumpun mawar itu. Ia kagum melihat mawar yang sangat indah itu. Ulat itu berjalan mendekati mawar-mawar itu, tiba-tiba: ‘Hai siapa itu?’ seru salah satu mawar terkejut. ‘Aku…. aku ulat bulu’. ‘Hi… ulat bulu! Apa yang kau lakukan di sini? Jangan mendekat, nanti aku dan kami gatal semua!’ ‘Maaf ya, tapi aku hanya ingin mengagumi keindahan dan keharumanmu sebentar saja’, jawab ulat bulu. Dengan kepala tertunduk dan sangat sedih, ulat bulu pergi karena ditolak oleh sekuntum mawar itu. Beberapa minggu berlalu, musim semi tiba, bunga-bunga pun mulai bermekaran, memamerkan keindahan kelopak dan liukan tangkainya yang tertiup angin sepoi-sepoi. Mereka berlomba memenuhi udara dengan keharuman. Para kumbang dan kupu-kupu beterbangan dengan sayap yang begitu indah. Semua bunga jatuh cinta kepada kupu-kupu itu dan berusaha menyapanya. Tak ketinggalan rumpun bunga mawar di taman itu. ‘Hai lihat, indah sekali sayapnya! Seperti pelangi yang melambai-lambai’ kata salah satu bunga mawar itu. Para mawar pun berusaha menarik perhatian sang kupu-kupu bak kontes kecantikan, agar kupu-kupu berkenan singgah sebentar di mahkotanya. Kupu-kupu itu menjadi sangat bangga karena menjadi rebutan para mawar nan cantik jelita. ‘Mawar yang indah, bolehkah aku singgah sesaat di mahkotamu dan mengagumi kelopakmu yang begitu indah?’ kata kupu-kupu itu dengan santun. ‘Ya, tentu, tentu, ah betapa senangnya’. ‘Ingatkah kalian pada ulat bulu yang beberapa waktu lalu datang mengagumi keindahan kalian?’ Aih, ya, dia membuat kami geli dan jijik. ‘Tapi, jangan takut dia telah pergi jauh dan tidak akan pernah kembali lagi’. ‘Tidak tahukah kalian bahwa ulat bulu itu sekarang sedang berada di taman ini? Dia sedang mengagumi keindahan kalian, akulah si ulat bulu itu. Sekarang aku adalah seekor kupu-kupu, Tuhan Maha Besar!’ jawab kupu-kupu sambil terbang meninggalkan rumpun bunga mawar tersebut. Pesan rohani buat kita: Kita tidak boleh menilai orang lain dari penampilannya saja, apalagi menghakiminya. Apa yang kita lihat belum tentu sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Orang buruk rupanya belum tentu buruk hatinya. Siapapun kita, apapun keadaan kita, Tuhan Yesus Kristus memandang kita berharga di mataNYA, itulah kata nabi Yesaya (43:4a (TB)): “Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau”. Sudahkah kesaksian hidup kita menebarkan keharuman iman kita? Jesus Christ bless you (sp).

HIDUP INI KESEMPATAN

Hidup Ini Adalah Kesempatan’ sebuah lagu yang dipopulerkan lewat suara emas Herlin Pirena, liriknya dibuat oleh pendeta D. Surbakti, akhir-akhir ini amat ngetop. Hidup Ini Adalah KesempatanHidup Ini Untuk Melayani TuhanJangan Sia-siakan Waktu Yang Tuhan BeriHidup Ini Harus Jadi Berkat Chorus:Oh Tuhan Pakailah HidupkuSelagi Aku Masih KuatBila Saatnya NantiKu Tak Berdaya LagiHidup Ini Sudah Jadi Berkat Ingat kesempatan, mengingatkan saya akan ‘kisah nyata’ yang pernah terjadi di Amerika sbb: Seorang pria membawa pulang truk baru kebanggaannya, kemudian ia meninggalkan truk tersebut sejenak untuk melakukan kegiatan lain. Anak lelakinya yang berumur 3 tahun sangat gembira melihat ada truk baru, ia memukul-mukulkan palu ke truk baru tersebut. Akibatnya truk baru tersebut penyok dan catnya tergores. Pria tersebut berlari menghampiri anaknya dan memukulnya, memukul tangan anaknya dengan palu sebagai hukuman. Setelah sang ayah tenang kembali, dia segera membawa anaknya ke rumah sakit. Walaupun dokter telah mencoba segala usaha untuk menyelamatkan jari-jari anak yang hancur tersebut, tetapi ia tetap gagal. Akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan amputasi semua jari pada kedua tangan anak kecil tersebut. Ketika anak kecil itu sadar dari operasi amputasi dan jarinya telah tidak ada dan dibungkus perban, dengan polos ia berkata: ‘Papa, aku minta maaf tentang trukmu ya’. Kemudian, ia bertanya: ‘Tetapi kapan jari- jariku akan tumbuh kembali yah?’ Ayahnya pulang ke rumah dan melakukan bunuh diri. Adakah makna dari kisah nyata tsb bagi kita? Lebih bijaksana kita berpikir dulu sebelum kita mengambil tindakan. Berpikir dulu sebelum kita kehilangan kesabaran hingga kita emosi bahkan emosional kepada seseorang, apalagi yang kita kasihi. Truk dapat diperbaiki. Tulang yang hancur dan hati yang disakiti seringkali tidak dapat diperbaiki. Tindakan suka menghakimi juga bisa membuat hancur hati. Betapa kita terlalu sering gagal untuk membedakan antara orang dan perbuatannya, kita sering lupa bahwa mengampuni lebih besar daripada membalas dendam. Orang bisa saja berbuat salah. Tetapi, tindakan yang kita ambil dalam kemarahan akan menghantui kita selamanya. Tahan, tunda dan pikirkan sebelum mengambil tindakan. Mengampuni dan melupakan, mengasihi satu dengan lainnya. Mari kita ingat, jika kita menghakimi orang, kita tidak akan ada waktu untuk mencintainya Waktu tidak dapat kembali….Hidup bukanlah sebuah VCD PLAYER, yang dapat di-Backward dan Forward…‘HIDUP hanya ada tombol PLAY dan STOP saja’. Firman Tuhan Yesus Kristus melalui Paulus di Efesus 5:16 (TB): “Dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat”. (JAWA94): “Wektumu tanjakna sing becik, sebab jaman iki jaman ala”.

GUEST HOUSE AGAPE

Anda ingin menginap di kawasan Semarang Selatan atas? Dengan udara yang sejuk dan asri? Dengan harga yang sangat terjangkau? Hanya lima menit untuk turun ke kota? Dan di sekitarnya ada beberapa restoran? Inilah tempatnya “Guest House Agape”. Dan dengan menginap di sini Anda sekaligus sudah membantu pelayanan diakonia, karena dana yang diperoleh untuk menunjang pelayanan Panti Asuhan dan sosial dari Yayasan Christopherus. Untuk itu kami mengucapkan banyak terima kasih, Tuhan memberkati. FASILITAS YANG TERSEDIA Dua lantai, 11 kamar: single bed dan double beds Semua kamar ber-AC Kamar Mandi di luar kamar yang bersih dan dilengkapi dengan air panas Ruang tamu yang dilengkapi dengan TV Ruang Makan dan Dapur Tersedia jaringan internet WIFI Tanpa Sarapan Pagi, tapi disediakan dispenser, teh dan kopi Tempat Parkir, Gazebo dan Play Ground yang cukup luas Kapel “Shechinah” untuk berdoa dengan kapasitas 40 orang, bisa untuk pemberkatan           dan shooting Pernikahan Aula ber-AC untuk kapasitas 100 orang Segera hubungi kami : Guest House Agape Jl. Karang Rejo Timur III / 7 Semarang 50234 Telp. 024-8312162 Email: chpadmin@gmail.com