Ketuklah PINTU-PINTU Jawaban DOA

Ada kejutan bagi orang yang dengan iman mengetuk pintu-pintu jawaban doa dan bersemangat melewati pintu yang sesak bersama Yesus. Sahabat, semua orang pasti mempunyai kebutuhan dan juga keinginan dalam hidupnya.  Untuk memenuhi kebutuhan dan mewujudkan keinginan tersebut orang perlu berusaha dan bekerja.  Kabar gembiranya:  Tuhan tahu persis apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan kita meski hal tersebut masih tersimpan di dalam hati, belum kita katakan.  Sebagai Bapa yang baik Ia telah menyediakan semua yang menjadi kebutuhan anak-anak-Nya, dan semuanya itu baik adanya, “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.”  (Yakobus 1:17). Sahabat, apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan kita, sampaikan dan beritahukan kepada Tuhan melalui doa.  Segala berkat yang kita butuhkan ada dalam tangan Tuhan, oleh karena itu berharaplah kepada-Nya, jangan kepada yang lain, sebab tidak ada perkara yang mustahil bagi Tuhan.  Dia pasti akan membuka jalan serta menyediakan segala yang kita butuhkan dengan cara-Nya yang heran dan ajaib.  Asal kita taat kepada Tuhan, apa yang menjadi kebutuhan kita pasti Tuhan sediakan tepat pada waktunya (1 Yohanes 3:22). Yesus mengajarkan kita untuk berani meminta, mencari, bahkan mengetuk pintu-pintu jawaban doa. Untuk mendalami topik tersebut, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Matius 7:7-11. Berdasarkan hasil perenungmu dari bacaan kita tersebut, tulislah makna mintalah, carilah, dan ketoklah (ayat 8). Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg).

MENYERAHKAN dan MEMERCAYAKAN

Siapa yang tidak pernah khawatir? Sahabat, sebagai manusia biasa, kadang kita merasa khawatir merupakan hal yang wajar dan manusiawi, karena kita tidak tahu dengan pasti apa yang akan terjadi dalam hidup kita pada hari ini. Namun  jangan sampai kekhawatiran menguasai hidup kita. Kekhawatiran adalah sikap berpikir berlebihan atau terlalu cemas tentang suatu masalah atau situasi. Kekhawatiran adalah sebuah perasaan gelisah, ketakutan atau kengerian terhadap sesuatu yang belum terjadi.  Perasaan-perasaan ini biasanya terkait dengan pikiran-pikiran negatif atas sesuatu yang mungkin terjadi di masa depan. Kekhawatiran adalah ketakutan akan sesuatu yang mungkin terjadi. Sesuatu yang tidak kita ketahui. Sesuatu yang tidak dapat kita kendalikan. Sahabat, mengapa kita khawatir? Kita khawatir karena kita ingin mengontrol keadaan agar sesuai dengan harapan dan keinginan kita. Kita khawatir karena tidak ingin hal-hal buruk menimpa diri kita atau keluarga kita atau orang-orang yang kita cintai. Untuk menggali topik tentang kekhawatiran dan bagaimana cara mengatasinya, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari 1 Petrus 5:6-11. Sahabat,  berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini:   Apa nasihat Rasul Petrus yang pertama yang perlu kita lakukan? (Ayat 6) Rasul Petrus mendorong kita untuk menyerahkan segala kekhawatiran. Menyerahkan berarti melepaskan, memberikan kepada pihak lain. Kepada siapa?  Mengapa?  (Ayat 7) Janji apa yang disampaikan oleh Rasul Petrus? (Ayat 10) Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

MENGOLESKAN MINYAK

Minyak urapan, disebutkan sebanyak 20 kali dalam Alkitab, digunakan di dalam Perjanjian Lama untuk dituangkan di atas kepala Imam Besar dan keturunannya. Juga untuk dipercikkan pada Kemah Suci dan perabotannya untuk menandakan bahwa semuanya kudus dan dipisahkan bagi Allah (Keluaran 25:6; Imamat 8:30; Bilangan 4:16). Sebanyak tiga kali, minyak ini dinyatakan sebagai “minyak urapan yang kudus” sehingga orang Yahudi dilarang keras untuk membuatnya demi kepentingan pribadi (Keluaran 30:32-33). Sahabat, Alkitab memakai dua macam istilah untuk tindakan “mengoleskan minyak. Yang pertama berarti mengoleskan minyak gosok untuk memijat, mengobati, atau merawat orang sakit (terluka). Yang kedua, mengoleskan minyak sebagai bagian dari suatu upacara keagamaan. Yang pertama adalah tindakan medis, sedangkan yang kedua tindakan ritual. Untuk mendalami penggunaan minyak untuk tindakan medis, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Yakobus 5:13-16. Sahabat, Yakobus dalam  memakai istilah Yunani yang mengandung pengertian medis. Kala itu penggunaan minyak gosok untuk orang sakit sangat lazim (Lukas 10:34). Boleh dikata, pengolesan minyak mewakili tindakan medis pada saat itu. Kalau kita sempat mencermati temuan mutakhir dan kemajuan teknologi pengobatan terkini pasti berdecak kagum. Minyak gosok telah berkembang menjadi sinar laser. Pertanyaannya, di zaman yang sangat mendewakan kecepatan, masihkah doa memiliki tempat yang penting dan mendesak?  Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, tolong tuliskan 3 (tiga) makna dari nasihat Yakobus yang berkaitan dengan doa, sakit penyakit, dan pengobatan. Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

APA YANG ENGKAU MINTA?

Pada waktu menjabat sebagai raja atas Israel usia Salomo masih sangat muda dan tentu belum banyak makan asam garam kehidupan, alias belum punya banyak pengalaman.  Usia muda merupakan usia yang penuh gejolak,  hati dan pikiran dipenuhi oleh banyak keinginan, semua serba ideal. Suatu ketika Tuhan menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi ketika ia mempersembahkan korban di Gibeon, firman-Nya,  “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu.”  (1 Raja-Raja 3:5).  Jika seseorang boleh meminta, manakah yang akan ia minta, sesuatu yang menyenangkan diri sendiri atau yang menyenangkan orang lain? Di dalam dunia yang individualis dan egois seperti saat ini, kemungkinan besar seseorang akan meminta sesuatu yang menyenangkan dan memuaskan dirinya sendiri. Bagi seorang raja bisa jadi meminta umur panjang, kekayaan, atau nyawa musuh ketika ia mulai memerintah. Namun, ketika Tuhan berfirman kepada Salomo, “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu, “ Salomo mengajukan permintaan yang tidak biasa, yang tidak lazim.  Atas kesadaran sebagai seorang raja muda yang belum berpengalaman, ia meminta hati yang mampu menimbang perkara dan membedakan antara yang baik dan yang jahat. Sebuah permintaan yang tidak egois, tidak instan, dan mengandung konsekuensi yang tidak mudah. Permintaan agar dimampukan bertanggung jawab atas kepercayaan yang Tuhan berikan sebagai raja dan untuk kepentingan umat-Nya yang dipimpinnya. Tuhan memandang baik permintaan Salomo tersebut dan memberikan hati yang penuh hikmat dan pengertian. Bahkan Dia juga memberikan apa yang tidak Salomo minta, yaitu kekayaan dan kemuliaan. Salomo pun bersyukur kepada Tuhan. Sahabat,  untuk mendalami keunikan permintaan raja Salomo dan dampaknya, Bacaan Sabda saya ambil dari 1 Raja-Raja 3:1-15. Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, seandainya Tuhan berfirman kepadamu dengan firman yang persis sama yang disampaikan Tuhan kepada raja Salomo, apa yang menjadi jawabanmu? Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

Berkat SEDIKIT demi SEDIKIT

Saya masih ingat benar satu pepatah lama yang saya kenal pertama kali ketika saya duduk di bangku SD kelas V, “Sedikit demi sedikit akhirnya jadi bukit”. Artinya usaha atau upaya sekecil apa pun yang kita lakukan terus menerus dan dalam jangka waktu yang cukup lama lambat laun akan membuahkan hasil. Berkaitan dengan uang atau harta, bapak Ev. Andreas Christanday selalu mengingatkan, “Mengenai uang  atau harta, kita perlu memerhatikan bagaimana cara mendapatkannya dan bagaimana cara menggunakannya.” Sahabat, sesungguhnya menabung adalah gambaran ketekunan dan kesabaran. Mungkin kita sering secara tidak sadar menginginkan sesuatu yang langsung besar. Kedagingan kita menginginkan serba cepat dan enak. Kita berdoa agar Tuhan memudahkan usaha kita, memberkati kita lebih banyak dan lebih banyak, dan menjauhkan kita dari segala kesukaran dan kerugian. Nyatanya, hasil yang didapatkan dengan cara instan kebanyakan habis juga dengan cara instan. Karena itu, jika kita meminta sesuatu yang besar, tetapi Tuhan melatih ketekunan dan kesabaran kita untuk mendapatkannya, jalanilah dengan rela. Sekecil apa pun berkat yang kita terima setiap hari, syukuri dan kumpulkan, lama kelamaan akan jadi banyak juga. Sahabat, Tuhan bisa memberi dengan cepat atau lambat, jadi biarkan Dia memroses kita menurut kebaikan-Nya. Dia memberkati orang-orang yang mau berusaha dan mengumpulkan sedikit demi sedikit. Bersyukurlah kalau Tuhan saat ini melatih kita bertekun dan bersabar melalui proses untuk mencapai tujuan yang besar. Dia tidak akan pernah terlambat memberikan berkat pada waktu yang terbaik bagi kita. Untuk mendalami tentang cara mengumpulkan harta, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Amsal 13:11. Berdasarkan perenungan Sahabat dari bacaan kita tersebut, tolong tuliskan 2 (dua) prinsip cara mendapatkan harta dan dampaknya. Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

Jangan TAWAR HATI

Sahabat, hidup yang kita jalani adalah hidup yang dinamis. Kadang kita merasa hidup begitu indah, penuh aneka bunga di sekitar kita.  Namun kadang juga merasa hidup ini suram, langit kehidupan kita kelam, bahkan hitam legam. Suramnya hidup biasanya kita alami jika kita berhadapan dengan sakit penyakit dan pergumulan hidup yang berat lainnya. Pada saat seperti itulah seringkali godaan datang berupa pikiran-pikiran yang membuat kita menjadi tawar hati. Dalam masa kesukaran, orang cenderung menjadi tawar hati. Mereka  cenderung menjadi kecil hati, semangat menjadi menurun, energi positif menjadi berkurang, dan energi negatif semakin mendominasi. Roh kita menjadi lemah, dan diikuti oleh serangan fisik atau reaksi fisik seperti kaki kehilangan kekuatan, kaki gemetar, kesemutan, kehilangan daya, kekurangan semangat, kehilangan damai sejahtera dan kehilangan semangat hidup.  Sahabat, tawar hati diartikan sebagai suasana hati yang tidak gembira, tidak bernafsu, tidak bersemangat, atau tidak menaruh perhatian. Tawar hati membuat kita menjadi lemah, tidak memiliki daya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga agar tidak menjadi tawar hati, terlebih saat kita berada dalam situasi hidup yang sulit seperti saat ini. Tawar hati  merupakan suatu kondisi emosional negatif atau energi negatif yang akan merusak hidup dan kesehatan seseorang. Tawar hati merupakan akumulatif dari beragam energi negatif sepeti patah semangat, pesimis, tidak mempunyai pengharapan, tidak berdaya, putus asa dan perasaan negatif lainnya. Tawar hati dipicu oleh persoalan yang berkaitan dengan kesehatan, masalah keuangan, persoalan dalam keluarga, problematika dalam dunia kerja, persoalan sosial yang tidak sehat dan sebagainya. Sahabat, berkaitan dengan tawar hati, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Amsal 24:10. Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita tersebut, tolong tuliskan apa saja yang diajarkan oleh bacaan kita pada hari. Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

Memperbarui MANUSIA BATINIAH

Sahabat, kekuatan manusia batiniah membedakan respons orang percaya yang satu dengan orang percaya lainnya dalam menjalani hidup. Sesungguhnya kekuatan fisik tak selamanya sebanding dengan kekuatan batiniah seseorang. Maka kita perlu belajar menaruh perhatian lebih pada segala hal yang berkaitan dengan membangun manusia rohani melebihi perkara fisik. Hukum alam tak dapat dilawan, kondisi fisik kita akan menurun seiring berjalannya waktu. Namun, kita dapat meyakini janji firman-Nya, bahwa dengan kasih karunia-Nya, Dia akan menjadikan manusia batiniah kita semakin kuat. Tuhan akan memperbarui manusia batiniah kita sampai kelak kita menghadap Dia setelah tubuh kita dikebumikan atau dikremasi. Sahabat,  Tuhan berjanji bahwa di balik penderitaan ada kemuliaan.  Memang ada hal-hal yang kelihatan, tetapi ada pula hal-hal yang tidak kelihatan yang sifatnya kekal, dan kekekalan itu memang tidak kelihatan.   Kalau dalam hidup kita hanya terfokus pada apa yang kelihatan, kita akan mudah lemah dan tawar hati.  Memang, penderitaan yang kita hadapi itu kelihatan, tetapi ada yang tidak kelihatan yaitu kemuliaan. Pada hari ini kita akan belajar dari Rasul Paulus yang memiliki kunci kekuatan dalam dirinya, yang tidak tawar hati meski manusia lahiriahnya semakin merosot dari hari ke hari. Bacaan Sabda saya ambil dari 2 Korintus 4:16-18. Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, tuliskanlah apa yang menjadi keyakinan Rasul Paulus sehingga dia tidak menjadi tawar hati dalam menghadapi hari tua dan maut. Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg) 

INJIL: Kekuatan Allah

Injil adalah kebenaran dan perbuatan Allah yang layak diyakini siapa pun. Dalam Injil terdapat anugerah Allah yang memberikan hidup kekal bagi mereka yang memercayai-Nya. Inti Injil adalah Yesus Kristus. Injil, dalam bahasa Yunani, disebut euaggelion. Artinya  kabar baik, kabar gembira, berita baik. Inti dari kabar baik adalah kedatangan Yesus Kristus di dunia dengan gambar rupa Allah. Dia, Yesus Kristus, Anak Tunggal Allah Bapa, Mesias dan Juru Selamat manusia berdosa harus dihina, diolok-olok, dianiaya, menderita, disalib, mati, dikuburkan dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga. Semuanya itu dilakukan-Nya dengan penuh belas kasihan untuk menebus dan menyelamatkan manusia dari hukuman dosa bagi yang percaya kepada-Nya. Sahabat, kedatangan dan penderitaan-Nya di dunia menandai dimulainya suatu pemerintahan Allah yang indah, luar biasa dan ajaib di bumi. Pemerintahan Allah dengan Injil sebagai dasar hukum yang paling utama dan terutama. Injil yang membawa kabar baik, sukacita dan damai sejahtera dan harus diberitakan kepada segala bangsa sampai ke ujung bumi. Injil yang menjadi kekuatan Allah dalam penebusan dan penyelamatan manusia dari hukuman dosa yang berujung kebinasaan kekal dengan nyala api yang tidak pernah padam selamanya. Menjalani hidup sebagai orang percaya itu tidak mudah karena kekristenan bukanlah suatu permainan, tetapi adalah suatu medan pertempuran.  Terlebih lagi hidup di zaman sekarang ini,  banyak ilah-ilah dunia yang siap menjerat dan menyeret orang-orang percaya yang tidak memiliki keyakinan teguh terhadap Injil. Sahabat, untuk mendalami topik kita pada hari ini, Bacaan Sabda saya ambil dari Roma 1:16-17.  Berdasarkan hasil perenungan Sahabat dari bacaan kita pada hari ini, tuliskanlah 2 keyakinan Rasul Paulus tentang Injil. Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

MENGAMPUNI: Memerdekakan Kita dari Rasa Benci

Sahabat, sesungguhnya mengampuni orang lain akan memerdekakan diri kita dari rasa benci, dan  kesabaran niscaya akan kita miliki ketika kita belajar mengampuni sebagaimana Kristus telah mengampuni kita. Sabar adalah sifat yang dipunyai oleh Kristus. Dia tidak melawan dan membalas pada saat diperlakukan semena-mena. Orang yang mempunyai sifat sabar, pasti ramah, penuh kasih, rendah hati, lemah lembut, suka mengampuni dan tidak mendendam. Sahabat, mengampuni adalah perintah Yesus kepada umat-Nya (Matius 18:35). Paulus menegaskan, sebagai manusia baru di dalam Kristus, kita diajak saling mengampuni. Mengampuni membutuhkan kerendahan hati, belas kasihan, kemurahan, dan kesabaran. Kita semua adalah orang-orang yang sudah diampuni. Harga pengampunan itu tak ternilai: kematian Yesus di kayu salib. Semakin kita menyadari besarnya anugerah tersebut, semakin kita dimudahkan untuk mengampuni sesama. Tuhan telah mengampuni kita sebelum kita menyebutkan rincian dosa kita. Dia melihat hati kita yang bertobat dan mengampuni segala pelanggaran kita. Orang yang mengampuni tidak menyimpan kesalahan orang lain di dalam hatinya. Mengampuni berarti memilih untuk melupakan kesalahan orang lain. Kadang orang tersebut tidak meminta maaf. Namun, dengan mengampuni, kita membebaskan diri dari rasa benci dan sakit hati yang membebani hati. Dengan hati yang terbebas inilah, kita dapat kembali melakukan panggilan hidup sebagai umat-Nya dengan lebih efektif. Sahabat, untuk menggali lebih dalam perihal kesabaran dan pengampunan, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Kolose 3:12-17. Berdasarkan hasil renunganmu dari bacaan kita pada hari ini, tuliskanlah apa kaitannya antara kesabaran dan pengampunan (perhatikan ayat 12 dan 13). Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)  

RASA CUKUP: Mutiara yang paling Berharga

Tahukah Sahabat, sesungguhnya seseorang disebut kaya apabila dia sudah bisa merasa dan berkata: “Cukup.” Kapan kita merasa cukup? Seorang rekan muda berkata bahwa dia dapat merasa cukup jika honornya sudah mencapai UMR lebih sedikit.  Rasa cukup adalah mutiara yang paling berharga. Pengalaman hidup kita bercerita bahwa bahwa rasa cukup bukan kita bawa sejak lahir, ataupun sesuatu yang mudah dilakukan. Saya dan keluarga bersyukur kepada Tuhan karena Tuhan izinkan kami pernah merasakan  bagaimana rasanya mengalami kelimpahan maupun kekurangan. Kami pernah merasakan bagaimana rasanya tidak ada uang yang tersisa pada bulan itu, tapi juga pernah merasakan bagaimana senangnya karena ada dana yang tersisa yang dapat kami tabung pada bulan itu. Memang kadang kondisi keuangan kami   kurang bersahabat, namun pemeliharaan Tuhan menopang kami dengan kuat. Sahabat, saat kita berkelimpahan maupun kekurangan, memiliki rasa cukup merupakan tantangan tersendiri. Biasanya apabila materi mengalir dengan deras ke kantong kita, kita ingin aliran itu menjadi lebih deras lagi dan kita tidak akan puas sampai kapan pun. Sedangkan ketika kita sedang kekurangan, kita sering mengeluh, apalagi saat kita membandingkan hidup kita dengan orang lain. Mari teruslah belajar memiliki rasa cukup karena Tuhan selalu mencukupkan kebutuhan kita, bukan keinginan kita. Karena ketika kita bisa merasakan cukup atas semua yang sudah Tuhan beri, tanpa membanding-bandingkan dengan orang lain, kita akan menikmati  kedamaian dan ketenangan hidup. Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Filipi memberi kita pelajaran berharga soal rasa cukup. Maka Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Filipi 4:10-20. Sahabat, berdasarkan  hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, tolong tuliskan 3 berkat yang kamu peroleh dari pengalaman hidup dan pelayanan Rasul Paulus. Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)