Be Silent Before God

BERDIAM DIRI DI HADAPAN TUHAN. Sahabat, berdiam diri di hadapan Tuhan akan membuat kita lebih mampu mendengarkan suara Allah. Pendengaran yang baik itu akan membuat kita sungguh mampu mengetahui kehendak-Nya. Persoalan manusia adalah begitu disibukkan dengan banyak suara sehingga tidak mampu lagi mendengarkan suara Allah. dan akhirnya terus bertanya-tanya dalam hatinya: ”Apa yang menjadi panggilan hidup saya?”  Dengan berdiam diri di hadapan Tuhan, kita bisa memercayai-Nya dengan segenap hati. Dia tak perlu teriakan kita  supaya Dia bertindak membereskan kekacauan di bumi. Dia hanya butuh hati kita dan iman kita untuk menggerakkan surga terbuka.  Saat kita datang dengan segenap hati kepada Tuhan, Dia akan menyatakan diri-Nya dan hadirat-Nya akan kita rasakan. Meskipun kondisi dunia saat ini seperti api yang menghaguskan dan menghancurkan, tapi mereka yang hidup di dalam-Nya  tidak akan terbakar. Tuhan itu ibarat aliran air hidup yang menyegarkan. Kita akan mengalami kelegaan di dalam Dia kalau kita datang, berseru dan fokus kepada hadirat-Nya. Hari ini kita akan melanjutkan belajar dari kitab Zakharia dengan topik: “Be Silent Before God (Berdiam Diri di Hadapan Tuhan)”. Bacaan Sabda diambil dari Zakharia 2:6-13 dengan penekanan pada ayat 13. Sahabat, ayat ke-13 dari bacaan kita pada hari ini mengajak kita untuk berdiam diri di hadapan TUHAN.  Pertanyaan kita sekarang adalah mengapa Zakharia mengajarkan kita untuk berdiam diri di hadapan Tuhan? Ada beberapa alasan mengapa kita harus berdiam diri di hadapan TUHAN, yakni:  Pertama, untuk mengikuti teladan Kristus. Misalnya seperti dalam Matius 14:23, “Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ”. Markus pun mencatat hal senada, “Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.” (Markus 1:35) Kedua, untuk mendengarkan suara Tuhan seperti yang dilakukan oleh Nabi Elia kala bertemu dengan Tuhan.Dalam kitab Habakuk 2:1 dituliskan juga hal serupa, “… aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya atas pengaduanku.”  Ketiga, sebagai ekspresi penyembahan kita kepada Tuhan. Seperti yang tertulis: “Berdiam dirilah di hadapan Tuhan ALLAH! Sebab hari TUHAN sudah dekat….” (Zefanya 1:7).  Keempat, sebagai ekspresi iman kepada Tuhan. Pemazmur menyatakannya sebagai berikut: “Hanya dekat Allah saja aku tenang dari pada-Nyalah keselamatanku” (Mazmur 62:2).  Kelima, untuk mencari keselamatan dan pertolongan dari Tuhan. Seperti yang tertulis: “TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya bagi jiwa yang mencari Dia. Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN” (Ratapan 3:25-26).  Keenam, untuk memulihkan kekuatan jasmani dan rohani. Seperti yang tertulis: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian dan beristirahatlah seketika!” (Markus 6:31).  Ketujuh, untuk belajar mengontrol diri. Seperti yang tertulis: “Jikalau ada seorang menanggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya” (Yakobus 1:26).  Sahabat, karena itu, marilah kita berdiam diri di hadapan TUHAN sehingga kita dengar-dengaran panggilan suara-Nya sehingga kita dapat semakin hidup sesuai dengan panggilan kita masing-masing. Haleluya! Tuhan itu baik. Bersyukurlah! Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini: Pesan apa yang Sahabat peroleh dari hasil perenunganmu? Apa yang Sahabat pahami dari ayat 11? Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Kita menjadi orang percaya hanya karena Tuhan telah memanggil. (pg).

OJO KESUSU

Saudaraku, rasul Paulus menulis surat kepada Timotius  pada musim gugur, September-Desember tahun 58 M: “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang …. tidak mempedulikan agama … tidak dapat mengekang diri, garang … suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu….” (2 Timotius 3:1-4) Di tahun-tahun belakangan ini ternyata ada cukup  banyak manusia yang tabiatnya sudah disebutkan Paulus hampir 2000 tahun lalu, khususnya mengenai TIDAK BERPIKIR PANJANG dan BERLAGAK TAHU.  Dalam percakapan sehari-hari sering dikatakan: Orang-orang yang otaknya sumbu  pendek, seperti mercon, saat dinyalakan atau disumet dengan api dengan saat bunyi dor ternyata sangat singkat. Pada zaman Raja Daud ada seorang anak Imam Zadok yang bernama Ahimaas, terkenal jago lari, tapi sayang otaknya bersumbu pendek. Suatu ketika terjadi pemberontakan Absalom dan kepala Absalom yang berambut panjang kecantol di jalinan dahan-dahan pohon Tarbantin yang besar. Segera tentara Yehuda mengepungnya dan panglima Yoab membunuhnya (2 Samuel 18:19-33).  Ahimaas ada di situ dan melihat peristiwa ini, lalu dia segera minta izin ke Yoab untuk berlari ke Raja Daud yang ada di garis belakang untuk mengabarkan breaking news. Yoab melarang Ahimaas menyampaikan kabar terbunuhnya Absalom anak Daud dan menyuruh seorang Etiopia menyampaikan kabar ini. Tapi Ahimaas tetap meminta agar dia yang menyampaikan kabar, tetap dilarang, tapi nekat berlari melintasi jalan lain hingga bisa lebih cepat tiba di tempat Daud daripada si orang Etiopia. Benarlah, Ahimaas tiba di hadapan Daud dan ketika ditanya apa yang terjadi terhadap Absalom, Ahimaas tidak punya jawaban yang tepat di otaknya, dan menjawab: “Aku melihat keributan yang besar, ketika Yoab menyuruh pergi hamba raja, hambamu ini, tetapi aku tidak tahu apa itu.” Daud tentu jengkel dengan jawaban yang tidak memberikan informasi ini, kemudian berkata: “Pergilah ke samping, berdirilah di sini.” Ahimaas pergi ke samping dan tinggal berdiri, bengong, hingga si orang Etiopia datang dan menyampaikan kabar secara lengkap. Itulah Ahimaas, tidak memiliki data dan tidak memahami apa yang dilihatnya, sudah cepat-cepat berlari menyampaikan kabar berita yang ternyata dianggap tidak berharga, seperti kita melihat siaran di Tiktok bilang breaking news ada gempa tapi tidak menunjukkan lokasi tempatnya, bahkan gambar-gambar gempa di Palu pada September 1918 dimunculkan, sehingga gempa yang disebut breaking news ini akan diikuti dengan tsunami. Tujuannya ya hanya memantik kepanikan bagi orang yang sumbunya pendek dan klik follow akunnya. Saudaraku, berpikir lebih jauh dan bisa mengambil kesimpulan secara cepat memang boleh, bahkan diajarkan oleh Edward Charles Francis Publius de Bono atau Edward de Bono, seorang dokter dari Malta yang mencetuskan istilah BERPIKIR LATERAL,  dan menulis banyak buku tentang berpikir. Dia terutama mengajarkan sebelum kita mengambil suatu keputusan hendaknya dipikirkan dahulu mengapa suatu kejadian timbul, dan ini apakah mempengaruhi atau dipengaruhi oleh berbagai aspek seperti ekonomi, sosial, politik, hingga aspek budaya.  Gampangnya, kalau kita melihat orang ikutan demo di depan gedung balaikota, mesti bisa mengenali siapa yang demo, berapa orang yang sebenarnya menjadi inti pendemo, kenapa demo dan maunya apa, berapa orang yang hanya ikutan dan hanya menerima nasi bungkus di belakang, dan sebagainya. Dengan mengenali situasi ini maka dapat mengambil keputusan yang benar. Bagi kalangan Pengurus Gereja juga sekiranya dapat berpikir lebih jauh bila hendak membuat suatu program, bahkan mesti banyak menggumulkannya dalam doa apakah  sesuai dengan kehendak Tuhan. Misalnya di sekitar gereja banyak anak-anak kecil yang nampak kurang gizi, lalu kita cepat-cepat menggalang dana untuk bantuan susu dan kedelai sebulan sekali. Yang menerima nampak bahagia, juga bagian diakonia seakan-akan menjalankan misi Tuhan, terlebih lagi bila yang antri susu mencapai lebih 100 orang. Kalau ini dilakukan sepanjang tahun, ya habislah uang gereja, sementara yang butuh susu semakin hari semakin banyak karena datang dari kecamatan lain.  Jadi ojo kesusu (jangan terburu-buru).  Berpikirlah lebih panjang lagi bila hendak melakukan sesuatu, karena Tuhan sebenarnya sudah memberikan kita kemampuan untuk itu. Jadi jangan menyia-nyiakan berkat anugerah Tuhan yang ada di dalam otak kita, yakni CARA BERPIKIR. (Surhert).

PERANG DI LAUT MERAH

Saudaraku, setiap hari kita membaca berita perang di Gaza, bahkan kini merambat di sepanjang Terusan Suez, Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab. Kalau kurang paham lokasinya silakan lihat di Google Maps. Perangnya jauh ada di sana, setidaknya 7-8 jam penerbangan dari Jakarta, tapi dampaknya berakibat buruk ke perekonomian Indonesia. Indonesia ternyata mengimpor banyak komoditas dan barang dari Eropa dan kapal-kapal kargonya melewati Terusan Suez. Beberapa komoditas impor utama Indonesia sesuai yang ada di website Kemenperin, antara lain: Tepung terigu, kedelai, BBM, garam, jagung, amonia bahan baku pembuatan pupuk, besi dan baja, alumina yakni bahan pembuatan aluminium, tembakau, kendaraan bermotor, juga barang-barang mewah yang kuantitasnya kecil tapi nilainya sangat besar.  Jadi mari sadarlah, jika kita makan roti yang dijual di toko roti sebenarnya gandumnya diimpor dari Ukraina, panci dan wajan penggorengan pakai alumina dari Rusia atau India, juga BBM mobil merupakan barang impor.  Nah, kapal-kapal kargo dari kawasan Eropa Barat ke Asia:  Tiongkok, Jepang, Singapura,  sebelum perang Gaza bulan Oktober 2023 semuanya lewat Terusan Suez, Laut Merah, Selat Bab al-Mandab lalu ke Indian Ocean, dan tiba di Singapura sekitar 30-35 hari dari pelabuhan Rotterdam.  Masalahnya sekarang ada ancaman dari kelompok di Yaman yang menembakkan torpedo ke kapal-kapal yang lewat di Laut Merah, dan benar-benar ada beberapa kapal kargo yang kena, meski ada patroli dari kapal AL Amerika dan Inggris yang mencoba mengamankan lokasi. Akibatnya pengiriman kargo utama dunia tidak berani ambil risiko lewat Terusan Suez, namun memilih lewat Tanjung Harapan Afrika Selatan, sesuai rute yang dilewati Marcopolo ke Asia tahun 1295, 730 tahun silam.  Nah jarak navigasi kapal bertambah, dari Shanghai ke Rotterdam nomalnya 33 hari / ±12.500nm (nautical mile) menjadi sedikitnya 45 hari / ±18.500nm karena lewat Afrika Selatan. 1nm = 1,852 km, jadi ada tambahan jarak ±6.000nm atau 11.110 km lebih. Jika kapal kargo besar berlayar dengan kecepatan 24 knot/jam membutuhkan 225 ton bahan bakar per hari. Jadi jika ada tambahan 12-15 hari pelayaran karena lewat Afrika Selatan, pasti BBM-nya akan perlu tambahan ± 3.300 ton, biaya kapal naik. Dampak ke ekonomi Indonesia akibat impor yang ongkos kapalnya naik, ya kenaikan ini akan dibebankan ke harga jual. Jadi kalau sebelumnya Rp 14.000 bisa beli 2 roti Gambang, maka dengan Rp 14.000 hari ini hanya dapat 1,5 roti, atau tetap 2 roti tapi panjangnya lebih pendek 3 cm. Sementara pendapatan kita tetap bahkan berkurang, tapi harga barang-barang dan makanan naik, jadi konsumsi akan turun.  Entah kalau dapat bagian duit korupsi Rp 271 T, ya harga mau naik berapa pun tetap bisa membeli barang-barang mewah. Saudaraku, pelan-pelan uang kita berkurang terutama sejak makin gencarnya perang di Gaza. Ada cukup banyak hamba Tuhan kalau doa syafaat hanya menyebutkan kiranya Tuhan menolong jemaat yang mengalami pergumulan dampak ekonomi, tapi pergumulan karena apa belum pernah dijelaskan. Mungkin belum pernah kita berdoa supaya perang di Gaza dan Ukraina segera berhenti, ada gencatan senjata, situasi keamanan pulih kembali, rakyat di sana bisa membangun kembali, dan jalur pelayaran perdagangan bisa normal kembali.  Dalam kondisi perang yang paling diuntungkan yakni hanya beberapa perusahaan penghasil senjata yang memasok senjata ke Gaza dan Ukraina, sementara ada ratusan ribu rakyat di lokasi perang sangat menderita, dan lebih jauh lagi jutaan rakyat di dunia, termasuk di Indonesia yang 270 juta jiwa juga kena dampak kenaikan harga. Saudaraku, coba kita simak kitab Yeremia 29:7: “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.”  Bacaan kita di atas mengajak kita melakukan  dua hal. Pertama: Usahakanlah kesejahteraan kota.  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)  mengusahakan mengandung arti: Mengerjakan sesuatu; mengikhtiarkan (berpikir dalam-dalam untuk mencari solusi); berusaha sekeras-kerasnya dalam melakukan sesuatu dan membuat dan menciptakan sesuatu. Keempat elemen yang tercakup di dalam kata “mengusahakan” menunjukkan bahwa itu bukanlah sebuah hal yang sepele dan ringan. Melainkan penuh tantangan dan perjuangan.  Jika Tuhan meminta kita untuk mengusahakan kesejahteraan kota di mana kita ditempatkan, itu artinya keempat hal  di atas haruslah menjadi bagian dari fokus kita dalam bekerja dan berkarya. Bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan hidup kita dan keluarga, tetapi berbuat sesuatu sebagai bagian dari kontribusi dan peran serta kita secara aktif untuk pembangunan kesejahteraan kota di mana kita tinggal.  Kedua: Berdoalah untuk kota itu. Saat ini Tuhan sudah menempatkan kita di negara Indonesia, karena itu kita wajib berdoa untuk kesejahteraan bangsa dan negara Indonesia, dan lebih jauh lagi, kita perlu berdoa untuk perang di Gaza dan Ukraina agar secepatnya berhenti, karena perang berkelanjutan ini menimbulkan dampak ekonomi buruk bagi Indonesia. (Surhert)

KORUPSI LAGI

Saudaraku, duuuh … Hari-hari ini koran dan medsos mendulang berita kasus korupsi yang melibatkan petinggi BUMN, selebriti dan crazy rich. Angka kerugian negara sesuai pernyataan Kejaksaan Agung sangat fantastis, kalau ditulis Rp 271.000.000.000.000. Kita sendiri pasti bingung membacanya. Oknum-oknum yang terlibat sebagian punya titel sarjana, ada yang lulusan luar negeri, dan kemewahan yang ditampilkan dari hasil korupsi sangat menawan seperti mobil-mobil crazy rich, perhiasan, tumpukan uang asing, bahkan saat ditahan juga menggunakan busana buatan luar negeri. Aku jadi ingat beberapa tahun lalu saat diajak Komisaris untuk silaturahmi dengan Duta Besar Swiss  di Rasuna Said Jakarta. Bertepatan pada waktu  itu juga ada ekspos kasus korupsi yang wah. Pak Dubes cerita bahwa minggu lalu ada pembukaan sebuah showroom jam tangan dari Swiss. Nah saat lucky draw di akhir acara Pak Dubes mendapatkan hadiah utama yakni jam tangan, ditunjukkan kepada kami, warnanya gold.  Pak Dubes bilang: “Saya malu memakai ini, saya datang sebagai tamu undangan menang lucky draw. Entah itu saya benar-benar beruntung  atau diatur oleh Panitia, sehingga saya mendapatkan jam tangan. Saya merasa tidak layak dan tidak berhak, karena saya datang ke acara tersebut mewakili negara Swiss. Nanti bulan depan ada acara Christmas Party di kedutaan, jam tangan ini akan diundi, siapa tahu yang mendapatkan justru Pak Satpam.”  Pak Dubes menunjukkan jam tangan yang dia pakai, sambil berkata: “Saya bangga memakai jam tangan ini, asli buatan Swiss, dan saya beli dari hasil kerja saya yang pertama setelah lulus university. Ada kebanggaan bisa beli dari hasil kerja, meski harga kurang dari Chf 1.000. Saya selalu ingat cara saya mendapatkannya. Ada berkat Tuhan di situ.” Nah itu dia, kalau koruptor di sini mungkin berpikir lain ya, kalau bisa mendapatkan hasil-hasil lebih dan luar biasa di luar tugas dan jabatannya mungkin semakin sukses, apalagi dari kekayaannya dia juga punya beberapa istri lagi. Pengusaha mendapatkan proyek yang dibumbui KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) juga bangga, pokoknya dapat order besar, meskipun akhirnya mesti mengurangi kualitas dan kuantitas material proyek karena perhitungan biaya juga ada batasnya, pokoknya asal 1-6 bulan setelah BAP (Berita Acara Pekerjaan) barang atau proyek yang diserahkan tidak rusak, ya aman. Di beberapa negara kita melihat adanya infrastruktur dan lingkungan yang tertata indah, rakyatnya puas karena melihat pajak yang disetorkan digunakan untuk pembangunan. Bahkan jika ingin bertemu dengan wakil rakyat bisa bertemu di warung bakmi atau kopi karena ada jadwal tetap bagi wakil rakyat mendengarkan masukan dari warga yang memilihnya. Sebagai renungan kita bersama, kalau kita ingin hal-hal yang baik bagi negara, mulainya dari mana? Ya dari diri kita dahulu, tidak melakukan upaya-upaya KKN membujuk pejabat negara, meskipun nantinya akan kalah tender. Ini menjadi dilema yang tiada akhir, bagaikan hendak menangkap ular kobra yang marah, mana yang harus ditangkap terlebih dahulu di bagian kepala atau ekornya, semua ada risikonya. Agar kita tidak melakukan upaya-upaya KKN, Tuhan telah memberikan rambu-rambu yang benar dalam menjalankan usaha dan bekerja sebagai berikut: Efesus 2:10: “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya”. Efesus 4:28: “Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri.” Kolose 3:17: “Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.” 1 Tesalonika 4:7: “Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.”  Nah, rambu-rambu dari Tuhan itu kekal adanya, karena tidak ada satu iota atau titik yang hilang dari Firman Tuhan. Semuanya tergantung hati dan niatan  kita, mau mengikut jalan Tuhan meskipun berat, atau menerabas aturan asal mendapatkan kekayaan.  Ingatlah: Tuhan akan memperhitungkan tingkah lakumu  suatu hari saat keluargamu memasang iklan khusus untukmu: “Telah Pulang Ke Rumah Bapa” Akhirnya Saudaraku, mari bersama Pengamsal, setiap pagi sebelum kita melakukan segala aktivitas kita pada hari itu, kita berdoa: “Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.” (Amsal 30:8-9). (Surhert). .

Nothing Lasts Forever

PENGANTAR KITAB ZAKHARIA. Sahabat dari beberapa sumber saya mendapat informasi bahwa kitab Zakharia merupakan salah satu kitab yang termasuk dalam kelompok kitab-kitab kenabian dan khususnya dalam kelompok nabi-nabi kecil pada Perjanjian Lama di dalam Alkitab Kristen.  Kitab Zakharia 1:1 menyatakan nabi Zakharia sebagai penulis kitab ini. Nabi Zakharia adalah seorang nabi Yahudi pada masa sesaat setelah kembali dari pembuangan ke Babel,  tepatnya pada akhir abad ke-6 SM saat Yudea baru saja menjadi provinsi di bawah Kekaisaran Persia.  Nama “Zakharia” sendiri merupakan serapan dari Ibrani: זְכַרְיָה (Zekharyah), yang diperkirakan merupakan gabungan dari kata זָכַר (zakhar, har. “mengingat”) dan nama יה (Yah). Oleh karena itu, nama tersebut kemungkinan berarti “Allah mengingat”. Tujuan penulisan yaitu Zakharia menyatakan bahwa Allah menggunakan nabi-Nya untuk mengajar, menghimbau, dan mengoreksi umat-Nya. Sayangnya, mereka menolak. Dosa mengakibatkan hukuman dari Allah. Kitab ini juga menunjukkan bahwa nubuat sekalipun dapat disimpangkan.Dalam periode ini, nubuat tidak disukai lagi oleh orang Yahudi. Mereka seperti hidup di antara jeda periode Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru,  tak ada nubuat yang signifikan yang berbicara kepada umat Allah. Berdasarkan waktu atau penanggalan maka garis besar dari kitab Zakharia terbagi dua. Nubuat pertama mengenai penglihatan-penglihatan yang muncul antara tahun 520 sampai 518 Sebelum Masehi, yaitu selama masa pembangunan Bait Allah. Sedangkan nubuat yang kedua mengenai kedatangan Mesias, yang munculnya tidak diketahui pasti tetapi mungkin ada sebelum periode pelayanan Zakharia.   Syukur, hari ini kita mulai belajar dari kitab Zakharia dengan tema: “Nothing Lasts Forever (Tidak ada yang Abadi)”. Bacaan Sabda diambil dari Zakharia 1:18-21. Sahabat, penglihatan ketiga Nabi Zakharia adalah empat tanduk (Ayat 18). Malaikat menjelaskan bahwa empat tanduk itulah yang menyerakkan Yehuda, Israel, dan Yerusalem (Ayat 19). Artinya, empat tanduk itu menggambarkan kerajaan-kerajaan yang menjadi musuh Yehuda dan Israel.Namun, bersama dengan keempat tanduk itu, Tuhan juga memperlihatkan empat orang tukang besi (Ayat 20). Malaikat mengatakan bahwa merekalah yang akan mengalahkan empat tanduk tadi (Ayat 21). Dengan demikian, empat kerajaan yang akan mengalahkan umat Tuhan tidak lagi memiliki kekuasaan, apalagi kekuatan yang kekal.Sahabat, penglihatan ini menjadi dasar pengharapan bagi umat Tuhan. Mereka memang telah dikalahkan oleh kerajaan lain. Namun, bukan berarti kerajaan itu sudah mengalahkan kekuatan Tuhan atau memiliki kekuasaan melebihi Tuhan. Justru, penglihatan ini menunjukkan kekuasaan Tuhan mengatasi segala kuasa yang ada di bumi.Terkadang, Tuhan memang mengizinkan umat-Nya kalah dan diserakkan ke berbagai tempat. Namun, kekuatan Tuhan tetap lebih unggul daripada kuasa kerajaan-kerajaan itu. Orang Yehuda, yang kembali ke Yerusalem, adalah bukti kehebatan Tuhan menunjukkan kuasa-Nya pada umat-Nya.Orang bisa merasa aman dengan kekuasaannya. Mereka bisa juga menyalahgunakannya. Namun, setiap orang harus sadar bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini. Kekuasaan itu juga sementara. Satu waktu akan tiba saatnya semua itu harus berakhir. Oleh karena itu, kita tidak boleh takabur karena kekuasaan yang kita miliki saat ini. Kekuasaan manusia di dunia tidak ada yang kekal, tetapi kekuasaan Tuhanlah yang abadi di atas segalanya.Sahabat, sebaliknya, ketika sedang berada di bawah kekuasaan orang lain dan merasakan ketidakadilan, kita bisa meyakini akan tiba waktunya kelaliman itu akan dihancurkan. Kita perlu berdoa dan berjuang sekuat tenaga melawan kezaliman itu. Nanti, Tuhan akan menunjukkan kekuasaan-Nya yang mengatasi segala kekuasaan manusia. Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini: Pesan apa yang Sahabat peroleh dari hasil perenunganmu? Apa yang Sahabat pahami dari ayat 20-21? Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Sesungguhnya Tuhanlah yang berkuasa atas dunia.  karena itu kita  tidak boleh sombong dengan kekuasaan yang saat ini sedang kita emban dan terima. (pg). 

SAKIT BERKEPANJANGAN

Saudara, Ibuku kena stroke pada tahun 2000, dan meninggal pada tahun 2022, jadi menderita kelemahan tubuh selama 22 tahun. Di tahun-tahun awal karena dapat diobati dengan cepat, Ibu tetap bisa berjalan namun tertatih dan mesti digandeng supaya tidak ambruk. Bahkan Ibu sempat tinggal di rumah adiknya hampir 5 tahun di Banyumanik yang lahannya hampir 3.000 meter dan udaranya sangat segar. Kami setiap liburan datang ke Semarang menengok Ibu dan dia senang sekali melihat anak, menantu dan cucu-cucunya datang, namun Ibu akhirnya balik ke Jakarta di tahun 2018 dan tinggal di rumah adik di Serpong. Di sini adik mengajak ke gereja ikut kebaktian Minggu dan di hari Kamis ikut Komisi Usia Indah, dengan duduk di kursi roda, dan rekan-rekan di gereja senang sekali menyambutnya, ini meningkatkan optimisme harapan pemulihan yang besar dan badannya tidak semakin lemas.  Hingga memasuki masa covid di bulan Maret 2020. Semua tempat ibadah mesti tutup dan digantikan secara online. Ibu tidak bisa lagi ke gereja bertemu teman-teman seusianya yang mungkin datang memakai kursi roda, dan tidak ada ibadah secara langsung berkepanjangan. Bagi orang tua tidaklah nyaman ikut kebaktian secara online karena suasana gereja tidak bisa dinikmati lagi, belum lagi sering gangguan sinyal dan online terhenti. Mulailah kondisi Ibu drop, badan mulai semakin lemas, dan akhirnya hanya berbaring di ranjang ditemani suster. Memang kami yang tinggal di Jakarta setiap akhir pekan dan liburan datang menengok Ibu, membawakan makanan kesukaannya, terutama Bacang dan Getuk Lindri, juga pampers untuk dewasa yang mesti dipakai sepanjang hari. Semakin lama seleranya makin menurun dan lebih banyak tidurnya. Bertepatan dengan Natal, Imlek dan hari ulang tahun Ibu, kami semua, anak, menantu dan cucu selalu datang merayakannya dan foto bersama. Tetapi saat-saat yang membuatnya bahagia ini semakin tidak bisa dinikmatinya. Malahan akhirnya sering mengigau ke suster agar ingin cepat-cepat bertemu almarhum suaminya. Memang menyedihkan kehidupan akhir seorang tua yang kena penyakit berkepanjangan. Obat-obat dokter sudah tidak bisa lagi diberikan, karena akan menimbulkan akibat sampingan  ke organ-organ tubuh lainnya yang makin uzur. Kunjungan atau besuk dari Pak Pendeta juga tidaklah mungkin setiap bulan, teman-temannya di Komisi Usia Lanjut juga ada kendala untuk datang karena dilarang oleh keluarganya karena covid. Akhirnya saat kesadaran Ibu sering hilang, kami datang dan membacakan Mazmur 23 yang diulang-ulang, terutama ayat 4:  “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.”  Saudara, kalau Pak Pendeta  datang untuk melayani Perjamuan Kudus juga membacakan Mazmur 23. Sesungguhnya Mazmur tersebut mengingatkan kita bahwa Sang Gembala Agung, Tuhan Yesus Kristus adalah Allah Gunung dan Allah Lembah. Dia beserta dengan kita di sepanjang perjalanan hidup, baik ketika berjalan melewati gunung atau ketika berjalan melewati lembah. Hingga suatu ketika kondisi Ibu demikian drop, nyaris hilang kesadaran, kami berkumpul semua, dan kami membisikkan selamat jalan bagi Ibu. Di ruang ICU salah satu RS aku pernah membaca SOP RS tentang pasien dalam kondisi terminal akhir, yakni terjadi penurunan fungsi berbagai sistem dalam tubuh manusia, dari saraf, jantung dan pembuluh darah, pernapasan, hingga otot. Ini dimulai dari ujung jari kaki, naik ke kaki, dengkul, paha, tubuh sebelah bawah dan pelan-pelan ke tubuh bagian atas. Masih bisa bernafas, tapi kesadaran hilang. Nah hebatnya manusia ciptaan Tuhan, meski semua fungsi tubuh melemah, tapi fungsi pendengaran masih berfungsi.  Saat kami membisikkan kata-kata akhir ke telinga Ibu, matanya yang tertutup masih ada reaksi mengeluarkan air mata.Hingga akhirnya kami disadarkan Tuhan bahwa Ibu tidak bisa melewati hari Jumat minggu ini. Suster dan istri adik berjaga semalaman di hari Kamis, Jumat pagi Ibu masih bernafas sangat pelan, namun Jumat siang nafasnya selesai dan rohnya boleh kembali ke Rumah Tuhan Yesus dengan kondisi pulih sehat. Kami mendampingi Ibu selama 22 tahun sejak stroke pertama. Kondisi tubuh semakin menurun, tapi dia merasa bahagia bila tetap diingat dan dikasihi oleh menantu dan anak-anaknya, apalagi cucunya bisa datang menyapanya.  Jadi orang sakit berkepanjangan hanya butuh perhatian dan kehadiran dari orang-orang yang dikasihinya.  Dalam kondisi kritis, memang pasien sepertinya sudah tidak berdaya, mata tertutup terus, tapi jangan lupa, indera pendengaran masih bisa mengirimkan sinyal  pesan ke otak, dan dia tahu peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitarnya.  Saudaraku, karena itu janganlah pasien dalam kondisi terminal akhir malahan menjadi gundah karena  mendengar anak-anaknya yang tidak akur tentang warisan atau siapa yang akan menanggung biaya perawatannya. (Surhert).

When God Has Chosen Someone

PILIHAN ALLAH. Sahabat, pemilihan Tuhan bagi manusia merupakan suatu tugas panggilan.  Pemilihan Tuhan itu merupakan pemberian tugas untuk melakukan kehendak-Nya. Tata cara pemilihan Tuhan itu berbeda-beda kepada setiap orang. Ada yang dipilih sejak dalam kandungan ibu. Ada juga yang dipilih sejak sebelum dunia ini ada, dan lain sebagainya. Namun pemilihan Tuhan ini harus jelas dalam pemikiran kita bahwa kita dipilih untuk menghasilkan buah yang tetap bagi-Nya. Ada cukup banyak orang percaya berpikir, Tuhan memilih dirinya supaya masuk ke surga. Maaf, itu pemikiran sempit dan berkonotasi egois.  Sahabat, Tuhan mempunyai  tujuan dengan pilihan-Nya, yakni: Supaya kita pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap (Yohanes 15:16). Tuhan tak pernah memberi janji tanpa tuntutan tugas. Yesus menyampaikan amanat sebelum Dia naik ke surga, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu (Janji-Nya). Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman (Pemeliharaan Allah).” (Matius 28:19-20), Tuhan memberikan hak tersebut hanya pada orang percaya yang dipanggil untuk melayani-Nya dan memberitakan Injil. Sesungguhnya kita dipilih untuk dua hal, yaitu, pergi dan untuk menghasilkan buah dan buahnya itu tetap. Buah yang dimaksud bisa berbicara mengenai buah pertobatan baik dalam hidup kita pribadi maupun hidup orang lain. Syukur kepada Tuhan, hari ini kita dapat belajar dari pasal terakhir dari kitab Hagai dengan tema: “When God has Chosen Someone (Ketika Tuhan sudah Memilih Seseorang)”.  Bacaan Sabda diambil dari Hagai 2:21-24. Sahabat, mungkin kita terus bertanya tentang seperti apa kriteria orang yang dipilih Tuhan. Bisa jadi kita terkejut hingga takjub karena akal budi tak mampu menyelami pilihan-Nya. Kita ambil contoh terpilihnya Saulus menjadi rasul dan pemberita Injil, atau Daud menjadi raja. Tuhan semesta alam tentu selalu memiliki alasan mengapa Ia memilih seseorang dalam rangka karya penyelamatan.Siapa sangka pada zaman Nabi Hagai, Zerubabel bupati Yehuda dipilih Tuhan untuk memimpin pembangunan Bait Suci. Saat bangsa Yahudi berada di bawah kekuasaan Persia dengan rajanya Darius, firman Tuhan datang kepada Zerubabel (Ayat 22).Salah satu alasan terpilihnya Zerubabel adalah karena dia termasuk keturunan Daud. Kepada Daud, Tuhan semesta alam telah berjanji bahwa keluarganya akan memerintah Israel (2 Samuel 7:10-16). Keterpilihan ini selaras dengan  pemberitaan para nabi bahwa seorang pemimpin yang istimewa berasal dari garis keturunan Daud (bdk. Mikha 5:1-4a).Kepada Zerubabel, Tuhan menjanjikan kekuasaan (cincin meterai) (Ayat 24). Kekuasaan bangsa-bangsa lain akan dijungkirbalikkan demi eksistensi Bait Suci di tengah bangsa Yahudi.Sahabat, begitulah ketika Tuhan semesta alam sudah memilih. Tidak ada hal apa pun yang dapat merintangi-Nya. Satu-satunya aral hanyalah sikap tidak percaya yang meragukan penyelenggaraan-Nya.  Syukurlah lewat pemberitaan Nabi Hagai, gubernur Yehuda itu mau mendengarkan dan menaati firman Tuhan. Ia bersedia memimpin pembangunan Bait Suci bersama Imam Besar Yosua dan Nabi Hagai sepulang dari pembuangan di Babel. Rintangan yang sempat menggoyahkan tekad diatasi lewat penyerahan diri kepada pimpinan Tuhan semesta alam.  Sahabat, kita adalah orang-orang yang dipilih Tuhan melalui iman kepada Yesus Kristus. Kita dipilih menjadi pewaris Kerajaan Surga. Mungkin dahulu kita terhitung sebagai pendosa, orang yang dikucilkan, atau orang yang tidak dianggap penting oleh orang lain. Namun, begitulah kalau Tuhan semesta alam sudah memilih. Siapa pun diri kita, sekarang kita mendapat janji dan hak waris yang sama dari Tuhan, dan tidak ada kuasa lain yang dapat merebutnya. Haleluya! Tuhan itu baik. Bersyukurlah! Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini: Pesan apa yang Sahabat peroleh dari hasil perenunganmu? Apa yang menjadi tujuan Tuhan memilih seseorang? Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Menghasilkan buah merupakan kewajiban bagi setiap orang percaya, agar hidup kita dapat berguna bagi orang lain sesuai dengan kehendak Bapa di surga. (pg). 

KALAU SUDAH BERCERAI, SIAPA YANG SALAH?

Saudara, terus terang, aku lupa kalau ditanya darimana aku mendapatkan “Approach Theory” yang ternyata manjur diterapkan bagi pasangan muda yang ingin membina keluarga hingga di hari tua, bukan manjur-jur 100% tapi minimal bisa dijadikan guidance di masa pacaran. Approach Theory tentang hubungan pemuda Aliong dan pemudi Aling agar bisa beranak cucu “sampai maut memisahkan mereka” disarankan sebagai berikut: Approach atau pendekatan pertama, yakni tingkatan basa basi, good manners, courtesy, politeness. Awal hubungan Aliong dan Aling dimulai dari omong-omong ringan ngalor ngidul saat ketemu beli pizza di mall. Bisa saling melihat orang yang diajak ngomong ini apakah punya tata krama yang baik, apakah perilakunya sopan atau kasar atau ramah. Approach atau pendekatan kedua yakni personal data, mulai menukar data tentang keluarga, saudara, asal-usul orangtuanya, dari etnik atau suku apa, rumahnya dimana, dan seterusnya. Pendekatan kedua bisa berjalan kalau kedua belah pihak ada nice feeling di tingkatan pertama. Approach atau pendekatan ketiga yakni mulai ngomong soal hobby, personal interest, dan apakah bisa playing together. Aliong jadi sales rokok dan usai kerja suka me-time di coffee shop, dan Aling di pagi hari membantu orangtuanya jualan di Gang Baru dan punya hobby beli baju-baju baru untuk tampil di medsos. Nah mesti dipikir lebih jauh, apakah Aliong dan Aling bisa mengikuti atau mengendalikan hobby calon pasangannya? Approach atau pendekatan keempat yakni mulai memikirkan view, thinking, opinion, judgment. Aliong tahu bahwa Aling penganut kepercayaan di rumah ibadah di perempatan Gang Gambiran dan Sebandaran, apakah mau diajak ke gereja yang di jalan Pemuda? Apakah Aliong kalau diajak ngomong Aling bisa mengimbangi, karena Aling alumni akunting dan Aliong lulusan teknik kimia? Juga mesti mengenal opini masing-masing pihak gimana, apalagi jika mengomentari suatu peristiwa, seperti adanya banjir berkepanjangan di daerah Demak dan Kudus,  siapa yang salah, dan seterusnya. Approach atau pendekatan kelima, yang paling puncak, yakni affect, sense, sensation, sentiment atau disebut tingkat perasaan. Aling menangis semalaman saat menunggu papanya di rumah sakit yang mendadak stroke, nah adakah simpati dari Aliong? Atau pas adiknya Aliong mendapatkan beasiswa masuk NUS Singapore bayar hanya 30%, nah bagaimana reaksi Aling, suka atau nyinyir? Di tingkatan kelima ini seharusnya belum ada hubungan seksual antara Aliong dan Aling, masing-masing tetap bertekad menjaga kesucian hingga lewat hari pernikahan. Ini sangat bagus, karena kalau sudah hubungan seksual lebih dulu, ya akan muncul perasaan yang lain lagi karena sudah menyangkut kepercayaan dan harga diri, apalagi kalau sampai hamil duluan …. Nyatanya hubungan Aliong dan Aling tetap mulus hingga tingkatan kelima, meskipun bukan perfect dan bahkan sering diwarnai pertengkaran hebat saat kedua belah pihak menguji approachnya. Tapi akhirnya Aling mau dibaptis di gereja, dan keduanya sepakat ikut bimbingan pernikahan di gereja, lalu lanjut diberkati pernikahannya di gereja dan ada perjamuan sederhana mengundang sanak keluarga dan handai taulan. Aliong dan Aling dapat menikmati menimang cucu, hingga Aliong suatu ketika dipanggil pulang ke Rumah Bapa. Beda dengan Anik yang tergila-gila pada Anyong – mamanya asal Seoul pinggiran, dan Anyong juara vokal kontes ndangdut di stasiun TV. Anik follow IG dan tiktok Anyong, komunikasi sebentar via medsos dan mudah jatuh cinta, apalagi Anik wajahnya photogenic dan tampilan modern. Nikah besar-besaran diliput media, eh enam bulan kemudian pisah ranjang, lalu benar-benar pisah surat kawin.  Yah, Anik kenal Anyong masih di tingkatan basa-basi dan sedikit mengenal data pribadi, lalu mengobral cinta menyerahkan tubuhnya ke Anyong yang jadi pujaan hati, sementara buat Anyong ada puluhan perempuan yang antre mau bersamanya. Bahkan kalau Anda ingat beberapa tahun lalu ada artis yang mendendangkan lagu “Alamat Palsu” sepertinya hanya candaan, namun ternyata kejadian beneran dan alamat rumah si calon suami ternyata palsu. Approach Theory yang aku dapatkan mungkin sudah 40 tahun yang lalu, tapi kalau menganalisa mengapa banyak pernikahan yang jarang hingga kaken-ninen, setidaknya ada tahap pendekatan yang masih belum matang namun dilangkahi atau diterabas dengan alasan nanti lihat perkembangannya atau opo jarene. Jika Saudara bisa melewati lima tahapan, jangan yakin jika Saudara punya jargon kemampuan bisa melakukannya sendiri. Bagaimanapun Saudara dalam setiap langkah dan tahapan harus minta petunjuk Tuhan agar mata hati tidak dibutakan dan bisa melihat jalan yang benar.  Raja Daud bersaksi: “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” (Mazmur 119:105). Daud mengibaratkan firman Tuhan sebagai penuntun hidupnya. Ia menggunakan firman Tuhan sebagai pelita tidak untuk menyoroti hidup orang lain, tapi dirinya sendiri.  Daud tidak melupakan firman Tuhan dalam kegelapan hidupnya, tetapi justru menggunakannya sebagai terang agar dia bisa dipulihkan kembali. Dia juga sadar bahwa Tuhan adalah penolongnya, yang tidak akan membiarkannya sendiri. Mari belajar dari Daud yang menggunakan firman Tuhan sebagai terang untuk melihat kedalaman hatinya dan terus berpengharapan kepada  Tuhan. Saudaraku, terang sangat diperlukan dalam keadaan gelap, sehingga tidak tersesat ke jalan yang salah. Terang sangat dibutuhkan untuk menerangi hati dan pikiran kita sehingga menolong kita tidak gegabah dalam mengambil keputusan, terutama yang berkaitan dengan keutuhan keluarga kita. (Surhert).

SANDAL JEPIT

Saudaraku, dari penggunaannya sandal jepit dikategorikan sebagai alas kaki, tetapi kalau kita pergi ke toko sepatu dan mau beli sandal jepit acapkali dibilang tidak jual, tapi bila ke household convenience store atau toko serba ada yang menjual alat-alat kebutuhan rumah tangga,  malahan bisa membeli sandal jepit yang rak tempatnya disandingkan dengan sikat dan sapu, jadi dikategorikan sebagai kebutuhan rumah tangga. Kemasan sandal jepit dari pabrik tidak dibungkus dalam plastik atau box khusus, tapi diikat sepasang-sepasang dan langsung masuk karung, warna campur, per karung sekitar 50-100 pasang dan dihitung sebagai kodi, 1 kodi = 20 pasang, bukan lusinan. Jika di toko ada sandal jepit dibungkus kantong plastik, itu upaya penjual sendiri supaya tidak dicuri orang dan langsung dipakai.  Pernah bertemu dengan seorang pemilik pabrik sandal jepit terbesar di Jatim, karyawannya 10.000 orang lebih. Dia bilang harga sandal jepit sangat murah, bila dipakai tiap hari untuk jalan di aspal panas, jalan berbatu dan jalan berlumpur akan cepat jebat, atau tali sandalnya putus, tidak ada penggantinya, ya langsung beli sandal jepit baru. Kelihatannya penggunaan sandal jepit sangat mudah. Oh, bukan begitu ya. Untuk menggerakkan ujung jari kakimu masuk ke bawah tali sandal jepit ternyata melewati proses syaraf di otak yang rumit. Kita sering melihat orang yang tiba-tiba stroke, yakni kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak mengalami gangguan atau berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik), akibatnya penderita mengalami kelumpuhan atau bahkan langsung meninggal karena pecahnya pembuluh darah.  Stroke iskemik atau non-hemoragik tidak mengakibatkan kematian langsung, disebabkan karena ada gumpalan darah yang terbentuk di pembuluh darah otak, atau gumpalan darah yang terbentuk di bagian tubuh lain, namun terbawa hingga menuju ke otak, hingga mengganggu aliran darah ke bagian otak. Secara umum, stroke non-hemoragik dapat menimbulkan beberapa gejala seperti mati rasa atau kebas, sulit menggerakkan otot wajah/lengan/kaki. Ada wajah yang menjadi merot, mendadak sulit berbicara hingga cadel, kehilangan keseimbangan dan sulit berjalan. Nah pada orang yang mengalami gejala stroke iskemik umumnya jari-jari kaki akan  kebas, hingga sulit memakai sandal jepit sekalipun. Orang sehat di tempat gelap dapat meletakkan jari kakinya di bawah tali sandal jepit, dengan gerakan jari kaki sedikit maka tali sandal jepit akan masuk dijepit oleh jempol dan jari telunjuk kaki.  Orang yang kebas sering mengalami kendala memasukkan jari kakinya di bawah tali sandal jepit, dan kalau masuk sandal sering dijepit oleh jari telunjuk dan jari tengah kaki. Orang yang kena stroke lumpuh, memasukkan sandal jepit ke kaki malahan harus dibantu orang lain karena seluruh jari kakinya tidak bisa digerakkan. Ironisnya, kalau si pasien meninggal dunia, akan dipakaikan sepatu yang tertutup, bukan pakai sandal jepit karena akan susah sekali menjepitkan sandal jepit ke almarhum.  Saat kita melihat ke kaki kita yang sedang memakai sandal jepit, ingatlah ini merupakan anugerah yang Tuhan sudah diberikan kepada hidup kita. Sebagai anugerah umum Tuhan,  yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar (Matius 5:45); atau sebagai anugerah khusus, karena ada syaraf-syaraf otak yang sehat, yang memerintahkan ujung jari kaki bisa mudah masuk ke bawah tali sandal jepit dan memakainya dengan benar. Saudaraku, seringkali kita melupakan bahwa segenap tubuh kita ini milik Tuhan. Untuk itu mari kita renungkan Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus yang terdapat di 1 Korintus 6:12-20 dengan penekanan pada ayat 20.  Siapakah pemilik bumi serta segala isinya, dan dunia serta segala yang ada di dalamnya? Tuhan (Mazmur 24:1). Kita memang memiliki harta, tetapi sebetulnya harta itu milik Tuhan. Kita dipercaya untuk memakai dan mengelolanya. Siapakah pemilik tubuh kita? Saat kita percaya pada Kristus dan mengikuti Dia, kita adalah milik Tuhan. Kita menjadi satu roh dengan Kristus (Ayat 17).  Saudaraku, tubuh kita telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar oleh darah Kristus sehingga tubuh kita adalah milik Kristus. Apakah kehendak Kristus bagi tubuh kita? MEMULIAKAN ALLAH.  Hidup kudus dengan menjauhi percabulan yang mencemarkan tubuh (Ayat 18). Menjaga pikiran, tindakan, dan perasaan agar selaras dengan firman-Nya. Jangan mendukakan Roh Kudus yang diam dalam diri kita.Tubuh kita milik Tuhan, muliakanlah Tuhan dengan tubuh kita. Segala sesuatu yang kita miliki dan kita pakai saat ini berasal dari Tuhan. Jadilah pengelola yang benar. Dengan demikian, segala sesuatu yang kita gunakan saat ini, termasuk tubuh kita, memuliakan Tuhan dan mendatangkan sukacita bagi orang-orang yang merasakan dampak pikiran, perbuatan, dan ucapan kita.    Saudaraku, ingatlah: Pengelola yang benar MENGELOLA  dengan BIJAK segala sesuatu MILIK TUANNYA.  (Surhert).

GHOST ARMY

Saudaraku, Ghost Army adalah unit taktis Angkatan Darat AS selama Perang Dunia II, resmi dikenal sebagai Pasukan Khusus Markas Besar ke-23. Bertugas menciptakan penipuan-penipuan yang menyesatkan terhadap pasukan Hitler. Jumlah angota Ghost Army 1.100 orang, banyak yang direkrut dari sekolah seni, biro iklan, dan pekerjaan lain yang mendorong pemikiran kreatif, termasuk ada seniman, arsitek, aktor, perancang latar, insinyur, dan pengacara. Aktivitasnya tidak dipublikasikan namun didukung secara rahasia oleh beberapa Senator AS. Unit ini menciptakan ratusan tank, mobil perang, sepeda motor, senjata dan perkemahan tentara lengkap dengan tali jemurannya, juga orang-orangan tentara, semuanya dibuat dari karet. Bisa diatur di posisi medan dalam waktu singkat dan digelembungkan dengan angin kompresor.  Ghost Army didukung Sinyal Service yang menciptakan gelombang radio palsu dan sinyal telepon palsu seakan-akan ada komunikasi antara tentara di medan dan markas besar. Bahkan ada penciptaan suara-suara berisik, teriakan, instruksi perang dan lain-lain yang dipancarkan dengan amplifier dan pengeras suara khusus hingga suaranya sayup-sayup terdengar hingga 15 km. Zaman itu belum ada pengintaian melalui satelit atau pesawat pengintai, hanya pesawat biasa yang mesti terbang rendah yang akan ditembaki dari darat oleh pasukan tempur yang mengawal kamuflase Ghost Army. Teropong hanya bisa melihat 2-3 km, demikian juga penyadap suara ada keterbatasan. Melakukan operasi di daratan Eropa hampir 20 kali, semuanya berhasil mengecoh tentara Hitler yang mengira ada 30.000 bala bantuan tentara dan perangkat perang yang baru datang, akhirnya komandan-komandan pasukan Hitler memindahkan pasukan untuk menyerang ke tempat itu, sebaliknya pihak pasukan asli Sekutu menyerang posisi-posisi tentara Hitler yang kosong ditinggalkan. Kondisi ini akhirnya membuat tentara Hitler mundur kembali ke seberang Sungai Rhein. Unit Ghost Army diaktifkan pada 20 Januari 1944, tiba di Eropa pada bulan Mei tak lama sebelum D-Day 6 Juni 1944 dan kembali ke AS pada bulan Juli 1945. Namun arsip Ghost Army baru dibuka lebih 50 tahun kemudian yakni pada tahun 1996, dan pada Februari 2022, anggota Ghost Army dianugerahi Congressional Gold Medal oleh Presiden Joe Biden atas pengabdian mereka yang unik dan sangat terhormat. Saudaraku, Kitab Hakim-hakim 7 mencatat tanah Israel diserang oleh orang Midian, Amalek dan semua orang dari sebelah timur seperti belalang banyaknya, dan unta mereka tidak terhitung seperti pasir di tepi laut banyaknya. Namun Gideon dengan 300 orang pasukan mengepung musuh dari atas bukit, berbekal sangkakala dan buyung kosong dengan obor di dalam buyung itu.  Di malam gelap 300 pasukan Gideon hanya berdiri di sekeliling perkemahan musuh, melemparkan buyung dengan obor di dalamnya, meniupkan sangkalala hingar bingar dan meneriakkan komando perang. Seluruh tentara musuh menjadi kacau balau, berteriak-teriak dan melarikan diri, panik, dan TUHAN membuat pedang yang seorang diarahkan kepada yang lain.  Saudaraku, pada zaman sekarang Ghost Army dalam artian Laskar Iblis yang sesungguhnya tetap ada membujuk anak-anak Tuhan. Maka rasul Petrus mengingatkan kita semua: ; “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama” (1 Petrus 5:8-9) Tantangan iman terbesar masa kini bukan berupa aniaya fisik, tetapi yang perlu kita waspadai adalah tawaran hidup yang nyaman dan mudah dengan menghalalkan segala cara. Marilah kita sadar dan berjaga-jaga, karena lawan kita adalah Iblis. Lawanlah dia dengan iman yang teguh di dalam Kristus! Dengan berpegang pada prinsip-prinsip kebenaran Firman-Nya. Marilah kita meneguhkan iman agar kita bisa melawan tipu muslihat Iblis.    Saudaraku, yakinlah Iman yang teguh mampu menghancurkan tembok kelaliman. (Surhert).