MEMINJAMKAN BAHU bagi teman yang MEMBUTUHKAN

Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat. Semoga kita mau meminjamkan  bahu kita kepada  sahabat yang sedang membutuhkan sandaran untuk mencurahkan segala kepedihannya.  Sahabat, jangan pernah bermimpi akan terluput dari segala macam krisis atau masalah selama kita masih hidup di dunia.  Krisis atau masalah coraknya bermacam-macam, datang tanpa bisa diduga, tanpa permisi, bisa datang sewaktu-waktu.  Mengingat keterbatasan kita, maka sesungguhnya setiap manusia membutuhkan teman untuk berbagi beban hidup, Kita membutuhkan komunitas yang saling peduli, saling berbagi, dan saling menghibur dan menguatkan.

Apa yang terjadi esok tidak seorang pun yang tahu!  Bisa saja hari ini semuanya tampak tenang dan wajar, sampai suatu ketika tiba-tiba masalah atau musibah, atau krisis  datang menerjang,  sehingga keadaan yang semula tenang berubah menjadi lautan yang bergelora.

Daud, yang hidup melekat kepada Tuhan, juga tak luput dari krisis atau masalah, Maka hari ini kita akan belajar dari pengalaman Daud yang terdapat di Mazmur 18:1-20.

Sahabat, Daud merupakan pribadi yang selalu bersyukur kepada Tuhan atas segala hal yang menimpa hidupnya, apakah itu baik atau buruk. Rasa syukur itu diungkapkan Daud secara jujur. Dalam kejujurannya terpancar kasihnya yang dalam kepada Allah. Pertanyaannya adalah bagaimana Daud bisa memiliki perasaan syukur yang mendalam kepada Allah?

Dalam hidupnya, Daud menjadikan Tuhan sebagai bukit batu, kubu pertahanan, penyelamat,  Allah, gunung batu,  tempat berlindung, perisai, tanduk keselamatan dan kota benteng (ayat 3).   Artinya, Tuhan adalah satu-satunya tempat keselamatan yang kukuh, kuat, perkasa, dan abadi bagi Daud.

Sahabat, ketika seseorang memanjatkan syukur, pasti ada pengalaman khusus yang dialaminya saat itu. Bagaimana dengan dengan Daud? Pengalaman apa yang membuatnya berulang kali bersyukur kepada Allahnya? Ia menyatakan bahwa Tuhanlah yang telah menyelamatkan hidupnya dari musuh, ketika tali-tali maut melilitnya, banjir-banjir jahaman menimpanya, dan lolos dari berbagai perangkap maut. Saat Daud dalam kesesakan dan berteriak minta pertolongan Tuhan, ia menjumpai bahwa Allah tidak pernah mengecewakan dirinya. Allah selalu mendengar seruan hatinya (ayat 4-7).

Lalu bagaimana Tuhan menjawab Daud? Allah memerlihatkan keperkasaan dan kuasa-Nya. Kuasa Allah diungkapkan dengan kata,  “Lalu goyang dan goncanglah bumi, dan dasar-dasar gunung gemetar dan goyang” (ayat 8), dan “Maka TUHAN  mengguntur di langit (ayat 14). Semua ungkapan tersebut membuktikan betapa Allah sayang kepada Daud. Kasih Tuhan itulah yang memberikan Daud kekuatan untuk maju terus dalam iman dan pengharapan.

Ingatlah! Sahabat, dalam menjalani hidup ini, ada masanya setiap orang membutuhkan bahu untuk dapat berbagi beban hidup. Dalam menjalani hidup,  kita perlu teman, sahabat, atau keluarga yang dapat diandalkan untuk berbagi kesedihan, sebagaimana Tuhan menjadi penolong bagi Daud untuk mendapatkan kelegaan saat ia bersandar kepada-Nya. Maukah Sahabat dan saya meminjamkan bahu bagi teman yang sedang membutuhkan? Tuhan memberkati Sahabat dan keluarga. (pg).

One Comment

  1. Kristianti Kartika Widjaja

    Shaloom….Selamat pagi Pak Paul dan para Sahabat pendukung Kristus.
    Salam sehat , penuh pengharapan di dalam Kristus.
    Puji Tuhan…??, Kabar baik kita masih diberi kesempatan utk menerima Firman Tuhan pagi ini serta menikmati kasih setia-Nya yg tak berkesudahan bsgi kita.
    Terima kasih utk Renungan Firman Tuhan pagi ini yg menjadi Rhema untu kita , supaya kita sebagai mahluk sosial mau meminjamkan bahu kita bagi teman yang sedang membutuhkan untuk berbagi beban , karena kita juga membutuhkan orang lain untuk menolong kita….Immanuel.
    Tuhan Yesus Memberkati dan Selamat beraktivitas di dalam penyertaan Tuhan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *