MASA TUA MASA MENYENANGKAN

Sahabat, sesungguhnya masa tua merupakan masa yang menyenangkan. Mengapa? Karena ketika usia semakin bertambah dan kekuatan kita semakin melemah, Allah tetap melimpahkan kekuatan-Nya supaya kita semakin banyak berbuah. Setiap tahun berganti, kita akan semakin tua, bukan? Sejujurnya kita tidak suka mengakuinya karena kita hidup pada zaman yang memuja vitalitas kemudaan. Tetapi setiap orang pada akhirnya akan sampai pada usia tiga puluhan, empat puluhan, lima puluhan, enam puluhan, dan terus berlanjut. Saya sendiri saat ini sudah sampai pada usia enam puluhan. Bagi sebagian orang, datangnya masa tua bisa jadi menjadi masa yang menakutkan. Bagaimana dengan Sahabat yang sudah mencapai  usia enam puluhan ke atas seperti saya? Bagaimana kita akan memaknai masa tua dan menghadapinya? Memang usia semakin bertambah dan tubuh semakin lemah, namun Allah telah berjanji melalui nabi Yesaya  bahwa masa tua bisa menjadi masa kekuatan bagi kita. Nabi Yesaya menyampaikan janji Allah bahwa semakin berubannya rambut kita, tidak sedikit pun mengurangi kesetiaan-Nya untuk terus menggendong dan menyertai kita. Ya, memercayai janji Allah akan membuat kita semakin optimis menghadapi masa depan. Penyertaan-Nya meyakinkan kita bahwa Ia masih menyediakan waktu bagi kita untuk menghasilkan hal-hal terbaik bersama dengan kekuatan-Nya. Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Yesaya 46:1-13. Tuliskan 2 berkat yang Sahabat  peroleh yang membuat Sahabat  tidak takut untuk menghadapi dan menjalani masa tua. Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

BELAJAR dari RELASI Esau dan Yakub

Sahabat, pengalaman hidup kita bercerita bahwa dalam berelasi, kita tentu pernah bertengkar atau berselisih atau beda pendapat  dengan sesama. Dalam konflik tersebut, bisa saja ada yang tersinggung atau sakit hati. Jika dibiarkan, bisa jadi perasaan tersebut berubah menjadi dendam. Dalam situasi seperti itu harus ada pihak yang mengalah. Tentu saja hal itu bukan hal yang mudah. Ada perasaan takut, malu, dan gengsi, jika kita harus memohon maaf duluan. Sahabat, untuk itu saya mengambil Bacaan Sabda dari Kejadian 33:1-20.  Siapa yang tidak kecewa saat dikhianati oleh adik kandung sendiri? Itulah yang dialami oleh Esau. Esau begitu marah setelah ia ditipu oleh Yakub, adiknya. Pertama, Yakub telah berhasil “membeli” hak kesulungan milik kakaknya  seharga semangkuk kacang merah. Kedua, dengan cara yang licik, Yakub telah menyerobot berkat yang seharusnya menjadi miliknya. Esau dendam dan berikhtiar membunuh adiknya  (Kejadian 27:41). Sekarang tiba saatnya  bagi Sahabat untuk merenungkan bacaan kita pada hari ini. Tuliskan apa yang telah dilakukan oleh Yakub dan apa yang telah dilakukan oleh Esau, sehingga pada akhirnya antara kakak dan adik kandung tersebut terjadi rekonsiliasi yang begitu indah. Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

Sepatutnya KITA BERSYUKUR

Hidup yang diberkati adalah janji Tuhan bagi orang percaya dan berkat itu adalah pasti, sebab janji Tuhan adalah ya dan amin.  Meski demikian bukan berarti perjalanan hidup kita akan mulus tanpa adanya kerikil.  Sahabat, meski di tengah masalah, ujian dan tantangan yang berat sekali pun, tangan kasih Tuhan tak pernah lelah untuk menopang kita dan penyertaan-Nya tidak pernah berubah.  Tuhan tidak akan pernah meninggalkan orang-orang yang senantiasa berharap kepada-Nya, bahkan sampai kepada anak cucunya. Sahabat, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Mazmur 67:1-8. Allah adalah sumber segala berkat. Sepatutnya setiap orang memuji dan bersyukur kepada-Nya. Tetapi, hal tersebut  tidak secara otomatis menjadikan seseorang  mampu menaikkan pujian syukur kepada Allah. Karena kasih-Nya, Allah memberkati ciptaan-Nya supaya bangsa-bangsa di bumi dapat mengenal-Nya.  Bacaan kita hari ini berisi berkat Allah kepada umat-Nya. Allah memberkati kehidupan umat-Nya, sesudah kembali dari pembuangan. Berkat itu diucapkan melalui imam. Sahabat, dalam Perjanjian Lama, imam adalah wakil Allah untuk memberkati umat Israel supaya mereka mengalami kesejahteraan dari Allah. Ia memberkati dengan limpah agar semua suku-suku bangsa di bumi mengenal jalan-jalan-Nya. Berkat itu direspons umat dengan ucapan syukur. Umat bersukacita dan bersorak-sorai sebab Allah memerintah dengan adil. Ia memberkati tanah. Hasilnya dinikmati oleh segala suku bangsa di bumi. Mereka berkata, “Allah, Allah kita memberkati kita” (ayat 7). Agaknya nyanyian tersebut merupakan pujian syukur umat dalam ibadah selama musim panen. Sekarang tiba saatnya untuk merenungkan bacaan kita pada hari ini. Tolong tuliskan 3 berkat apa yang Sahabat peroleh dari perenungan tersebut. Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

JANGAN LARI, HADAPILAH!

Sahabat, selamat jumpa kembali. Salam sehat dan tetap semangat  belajar firman Tuhan. Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Ratapan 3:25-48. Perkenankanlah saya menyampaikan sedikit catatan berkaitan dengan Bacaan Sabda kita pada hari ini. Sahabat, Ratapan 3:25-39 berisi lagu kebijaksanaan yang mengajarkan sikap mana yang harus diambil ketika dalam kesukaran. Yeremia mengajak para  pembacanya melihat ke dalam diri sendiri untuk menyelidiki dan meneliti apakah dirinya memahami kehendak Tuhan dalam hidupnya. Selain itu, untuk memetik pelajaran yang berharga dari sebuah peristiwa yang telah dialami. Pada bagian terakhir, ayat 40 – 48  berisi tentang pengakuan dosa. Dalam lagu kebijaksanaan tersebut, Yeremia menyatakan keyakinannya bahwa Tuhan adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya dan bagi jiwa yang mencari Dia. Atas keyakinan tersebut, para pembaca diajak untuk menantikan pertolongan Tuhan “dengan diam”. Di sini, istilah “dengan diam” bukan berarti pasif, melainkan aktif karena dalam kerangka mencari Tuhan dan kehendak-Nya. Sahabat, selamat sejenak merenung. Tuliskanlah 3 berkat yang kamu peroleh dari bacaan kita pada hari ini. Tuhan memberkati. (pg)

BERHARGA di Mata TUHAN

Sahabat, bila saat ini kita sedang melewati masa-masa yang sulit, tidak menyenangkan, persoalan dan penderitaan datang silih berganti mewarnai hari-hari kita, jangan sekali-kali menyerah dan putus asa, apalagi sampai marah kepada Tuhan.  Bila pencobaan  diizinkan Tuhan terjadi dalam hidup kita, mungkin itu merupakan cara Tuhan untuk mengembangkan karakter kita.  Kita tidak akan bertumbuh tanpa melewati ujian atau pencobaan.  Jadi jangan terkejut dan berkecil hati!  Jangan pernah mau diintimidasi Iblis. Sahabat, ada cukup  banyak orang percaya yang menjadi frustasi, drop, kehilangan semangat dan tidak lagi berpaut kepada Tuhan saat dalam pencobaan.  Mari kita belajar dari Daud,  meski dalam keadaan yang sulit dan terancam, dia  senantiasa menggunakan bahasa iman.  Bahasa iman itu sangat penting dalam kehidupan kita agar kuasa pertolongan Tuhan dapat bekerja dalam kita.  Daud berkata, “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku;” (Mazmur 23:4a). Kalau kita yakin akan penyertaan Tuhan, sebagaimana Daud meyakininya, kita tidak akan berbicara mengenai lembah kekelaman, tetapi kita akan menggemakan penyertaan Tuhan di mana pun kita berada.  Bersama Tuhan Yesus kita akan aman dan terpelihara.  Seringkali kita tidak merasakan betapa Tuhan itu menyertai kita.  Kehadiran Tuhan tak perlu dirasakan dengan pancaindera kita, tapi kita harus yakin seperti Daud yang berkata, “Tuhan besertaku!”  Itulah sebabnya Daud tidak takut mestki berada dalam lembah kekelaman. Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Yesaya  43:1-7. Yesaya hidup saat Israel dalam tawanan Babel. Ia menyampaikan nubuatan dalam masa keruntuhan kerajaan Israel serta kemerosotan moral dan rohani bangsa Yehuda. Mereka dicemooh dan direndahkan oleh para musuh. Sekalipun dalam kondisi yang sulit, firman Allah juga menghibur umat-Nya. Selamat sejenak merenung. Tuliskan 2 hal yang Sahabat dapatkan yang dapat menjadi pegangan saat menghadapi dan melewati masa-masa sulit.  Tuhan memberkati. (pg)

GOSYEN: Spesial bagi Tuhan

Sahabat, Tuhan pasti akan membuat perbedaan terhadap orang yang sungguh-sungguh beribadah kepada Tuhan dan hidup benar di hadapan-Nya!  (Maleakhi 3:18). Kasih Allah kepada bangsa Israel adalah kasih yang Bagaimanapun, Meskipun, dan Walaupun. Bagaimanapun keadaan bangsa Israel, Allah tetap mengasihi. Meskipun,  mereka selalu tidak patuh, namun Allah selalu menyayangi umat pilihan-Nya itu. Walaupun, mereka selalu melakukan kesalahan, tetapi Allah tetap mengasihi bangsa Israel. Begitulah, Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi mereka. Sahabat, sebagai orang yang beriman, pernahkah kita merasa spesial? Kapan? Dalam keadaan bagaimana? Apakah dalam keadaan sedang baik-baik saja atau kala tantangan berat datang menyapa? Dalam kesesakan, apakah kita kehilangan sukacita dan harapan? Orang beriman memang tidak bisa lepas dari tantangan, termasuk bangsa Israel sebagai bangsa pilihan Tuhan. Walau begitu, Tuhan selalu punya cara untuk memelihara umat-Nya. Dia selalu kreatif memperlihatkan betapa spesial kita di mata-Nya. Sahabat, kehidupan memang selalu berhiaskan tantangan dan permasalahan. Namun, Allah selalu merengkuh kita dalam kehangatan kasih-Nya. Dia akan selalu merawat dan memberi kita kelegaan dalam melewati setiap masa-masa sukar seperti saat ini. Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Keluaran 8:20-32. Tuliskan apa saja yang diperbuat Tuhan untuk menunjukkan  bahwa bangsa Israel spesial bagi-Nya. Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

HIDUP dalam FIRMAN TUHAN

Sahabat, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Mazmur 119:1-16. Mengingat Mazmur 119 cukup banyak keunikannya, maka saya akan mermberikan sedikit catatan tentang Mazmur 119 untuk semua Sahabat setia pembaca Sejenak Merenung. Catatan pertama, Mazmur 119 merupakan mazmur terpanjang. Catatan kedua, Mazmur 119 dalam bahasa aslinya (Ibrani) ialah puisi akrostik. 176 ayatnya disusun menjadi 22 bait. Setiap bait terdiri dari 8 baris (ayat). Bait pertama setiap barisnya dimulai dengan abjad pertama huruf Ibrani. Demikian seterusnya sampai bait yang ke-22, dimulai dengan abjad terakhir. Catatan ketiga,  berfokus pada satu tema utama:  Taurat. Catatan keempat,  penggunaan kata-kata sinonim untuk  kata Taurat: Peringatan (ayat 2), jalan (ayat 3), titah (ayat 4), ketetapan (ayat 5 dan 8), perintah (ayat 6), hukum (ayat 7), dan seterusnya. Dengan sinomim tersebut, segenap kepenuhan nuansa Taurat diungkapkan Sekarang tibalah saatnya untuk merenungkan Bacaan Sabda. Tolong temukan 3 langkah yang perlu kamu lakukan agar kamu dapat hidup dalam Firman Tuhan. Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

TAURAT TUHAN: Penghiburan dan Kekuatan

Sahabat,  sebagai manusia biasa kadang saya juga menghadapi tekanan hidup yang sangat kuat, yang menyebabkan saya hampir menyerah kalah. Syukur janji-janji Tuhan yang terdapat di Alkitab selalu menjadi penghibur dan penguat  saya untuk terus berjuang menggapai kemenangan. Karena itu Bacaan Sabda saat ini  saya ambil dari Mazmur 119:49-64. Dari bacaan tersebut hal terindah yang dapat kita lihat yaitu kedekatan Pemazmur dengan Taurat Tuhan. Kehidupan yang dipenuhi rasa bakti dan syukur kepada Tuhan. Bahkan dia juga memerhatikan segala tingkah laku, jalan-jalannya, untuk tetap dapat  berada dalam koridor kebenaran Taurat Tuhan. Itulah hidup yang sungguh-sungguh indah karena sungguh-sungguh mengandalkan Tuhan dan bergantung penuh kepada-Nya. Sahabat, Pemazmur mengajak kita untuk melihat beberapa hal yang penting dalam keyakinannya tentang Taurat Tuhan. Sekarang silakan sejenak merenungkan Bacaan Sabda dan temukan 3 hal penting yang menjadi keyakinan Pemazmur tentang Taurat Tuhan. Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

ADA BAGIAN milik ORANG LAIN

Tahukah Sahabat bahwa tujuan Tuhan memberikan kelimpahan materi dalam hidup kita tidak pernah dimaksudkan hanya dipakai untuk kesenangan diri sendiri belaka, tetapi juga untuk menolong orang lain yang kekurangan. Kita diingatkan bahwa apa pun yang diberikan Tuhan kepada kita, ada bagian yang merupakan milik orang lain. Sesungguhnya memberi sama seperti orang yang sedang menabur.  Untuk dapat  menabur kita memerlukan benih.  Tuhan tahu akan hal tersebut, karena itu  Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu (2 Korintus 9:10).  Dengan kata lain Tuhan telah menyediakan segala sesuatu yang kita perlukan agar kita dapat memberi.  Sahabat, benih  sudah disediakan oleh Tuhan, dari pihak kita hanya diperlukan kemauan dan kerelaan  menabur benih tersebut.  Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk tidak memberi, yaitu mendukung pekerjaan Tuhan di muka bumi atau pun menolong sesama.  Banyak orang menunda-nunda waktu untuk memberi padahal benih sudah Tuhan beri.  Bacaan Sabda saya ambil dari: Pengkhotbah 11:1-8. Dari bacaan sabda tersebut temukan 2 (dua) alasan mengapa Pengkhotbah mengajak kita bukan hanya memberikan uang receh kepada mereka yang membutuhkan, tetapi juga memberi dengan cara berkorban. Selamat Sejenak Merenung. Tuhan memberkati. (pg)

SENDENGKANLAH Telinga-Mu kepada DOAKU

Saya yakin kebanyakan dari kita pasti mengamini bahwa doa yang kita panjatkan sebagian besar berisi meminta pertolongan. Tak ada salahnya,  karena kalau tidak kepada Tuhan kepada siapa lagi kita harus meminta pertolongan? Karena itu, ada baiknya kita memahami dengan sungguh mengapa kita meminta pertolongan kepada Allah. Sahabat, sebagai manusia biasa, Daud tentu  pernah mengalami pergumulan dan penderitaan dalam hidupnya. Dia pernah berada dalam beratnya kesesakan. Dalam kesesakan hidup tidak ada hal lain yang dapat dilakukan oleh Daud, selain berseru dan berdoa memohon pertolongan Tuhan. Melalui seruan dan doanya, kita mendapati bahwa Daud sungguh-sungguh berharap kepada Allah. Doa dalam kesesakan  dipanjatkan Daud dengan penuh keyakinan kepada Tuhan. Sekalipun belum menerima jawaban atas doanya, tetapi Daud sama sekali tidak memiliki keraguan terhadap Tuhan. Keyakinan Daud ini bukan sekadar optimisme yang tidak berdasar, melainkan sebuah pernyataan iman yang memiliki dasar kuat, yaitu karena tidak ada yang dapat bertindak secara ajaib dan mulia, selain Tuhan yang disembahnya. Sahabat, Bacaan Sabda diambil dari: Mazmur 86:1-17. Renungkanlah dan temukan 4 alasan mengapa Daud minta kepada Tuhan untuk mendengarkan doanya. Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pa)