Membudayakan GAYA HIDUP dalam FIRMAN TUHAN

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI),  KEBIASAAN adalah sesuatu yang biasa dikerjakan dan sebagainya; pola untuk melakukan tanggapan terhadap situasi tertentu yang dipelajari oleh seorang individu dan yang dilakukannya secara berulang untuk hal yang sama. Kebiasaan adalah serangkaian perbuatan seseorang secara berulang-ulang untuk hal yang sama dan berlangsung tanpa proses berfikir lagi. Sahabat, sesungguhnya dari kebiasaan-kebiasaan kita  akhirnya akan membentuk karakter kita!  Karena kita adalah ciptaan baru, maka kita harus mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya  (Kolose 3:10).  Untuk lebih memahami topik tentang: “Membudayakan GAYA HIDUP dalam FIRMAN TUHAN”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Mazmur 119: 1-16. Pemazmur tidak menganggap firman Tuhan hanya sesuatu yang sambil lalu dalam hidupnya, juga bukan hanya direnungkan saat diperlukan. Ia rindu akan firman Tuhan. Ia menyimpan dan menjaganya dengan baik di dalam hatinya sehingga itulah yang menuntun jalan hidupnya setiap hari (ayat 11). Baginya, firman Tuhan bukanlah beban, melainkan pembawa sukacita. Pemazmur tidak menyimpan firman itu untuk dirinya sendiri; ia membagikannya dan mengajarkannya kepada orang lain (ayat 12-13). Sahabat, bagaimana caranya membudayakan gaya hidup dalam firman Tuhan? Pertama, menyediakan waktu untuk membaca dan mempelajari firman-Nya. Kedua, belajar untuk menghafal ayat-ayat firman Tuhan. Ketiga, mempraktikkan firman yang telah dipelajari dan mengingatnya dalam langkah hidup setiap hari. Firman yang telah dipelajari dan diingat itu akan berakhir sia-sia jika tidak pernah diterapkan dalam kehidupan. Tindakan mengingat firman-Nya diperlukan, supaya firman itu benar-benar menguasai seluruh pikiran, sehingga mengalir keluar dalam setiap perkataan maupun tindakan yang kita lakukan. Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini: Bagaimana gambaran orang yang berbahagia menurut ayat 1-3? Apa tujuan Tuhan menyampaikan titah-titah-Nya? (Ayat 4) Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? (Ayat 9) Apa yang dilakukan oleh Pemazmur supaya firman Tuhan dapat menuntun hidupnya setiap hari? (Ayat 11) Bagaimana sikap Pemazmur dalam menerima firman Tuhan? (Ayat 12) Apa yang dilakukan oleh Pemazmur dengan firman Tuhan yang dia terima? (Ayat 13) Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

Bak KAKI RUSA Melompat di Bukit Terjal

Sahabat, beberapa hari yang lalu saya menerima kiriman video pendek dari seorang teman melalui WA. Dalam video tersebut  terlihat seekor rusa sedang  diincar oleh seekor singa. Singa  secara perlahan memperpendek jaraknya dengan rusa, dan ketika merasa jaraknya sudah cukup, singa betina itu segera berlari sekencang-kencangnya menuju rusa. Rusa tersebut kaget dan langsung lari secepat mungkin. Kalau biasanya singa mampu mengatasi kecepatan mangsanya, kali ini si rusa ternyata cukup beruntung karena ia berhasil menghindar. Entah mengapa singa itu memperlambat laju larinya dan kemudian berhenti dan rusa tersebut selamat. Ia terus lari dengan kaki yang anggun bagai lompatan balerina. Selain punya langkah yang panjang,  dengan keempat kaki yang jenjang dan lentik, rusa bisa melompat tinggi untuk mendaki perbukitan. Jalan terjal berbatu bukanlah masalah bagi seekor rusa untuk bisa mencapai puncak bukit, sebuah lokasi yang jauh lebih aman dari kejaran binatang-binatang buas. Rusa termasuk hewan yang  selalu menjadi incaran predator-predator buas, tetapi kekuatan kakinya untuk berlari dan melompat jauh, bisa menjadi senjata untuk menyelamatkan diri. Sahabat, untuk lebih memahami topik tentang: “Bak KAKI RUSA Melompat di Bukit Terjal”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Mazmur 18:31-36. Sahabat, berbagai deraan masalah sering mengancam kita, bagai binatang-binatang buas yang siap menerkam. Jalan yang kita lalui dalam hidup pun seringkali tidak mulus. Jalan yang tidak rata, terjal, berliku dan berbatu-batu sangat melelahkan untuk dilewati. Seandainya kita punya kaki seperti rusa, kita tentu akan bisa lebih kuat dan lebih lincah untuk mendaki jalan berbatu untuk sampai dengan selamat di atas bukit. Sahabat, raja Daud menggambarkan pemeliharaan Tuhan itu sebagai kekuatan dan tuntunan yang selalu diberikan-Nya saat ia mulai kehilangan arah, tidak tahu apa yang seharusnya dilakukan. Topangan tangan-Nya selalu menguatkan kaki-kakinya menjadi seperti kaki rusa,  yang sanggup melompat di tempat yang terjal. Seberat bagaimana pun situasi di depan kita, mari percayakan hidup kita kepada-Nya. Dialah yang akan menuntun dan menguatkan kaki-kaki iman kita sehingga kita dapat melewati terjalnya kehidupan ini dengan sukacita. Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini: Apa saja yang menjadi keyakinan Daud dalam ayat 31? Apa yang dilakukan Allah kepada Daud dalam ayat 33-34? Apa yang diajarkan dan diberikan Allah kepada Daud dalam ayat 35-36? Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

Eben-Haezar: INILAH Pertolongan-Pertolongan Tuhan

Sahabat, dalam rangka HUT ke-43 Panti Asuhan (PA) Christopherus, mereka mengadakan kebaktian syukur pada  Kamis 18 November 2021 di Kapel Shechinah dengan mengangkat tema: Eben-Haezar. Mereka ingin mengingat dan mensyukuri pertolongan-pertolongan Tuhan dalam perjalanan pelayanan mereka selama 43 tahun. Maka pada hari ini saya mengangkat tema: “Eben-Haezar: INILAH Pertolongan-Pertolongan Tuhan, dengan mengambil Bacaan Sabda dari 1 Samuel 7:2-14. Sahabat, dalam Perjanjian Lama, kata Eben-Haezer dipakai 3 kali, yakni dalam 1 Samuel 4:11; 1 Samuel 5:1,  dan 1 Samuel 7:12.  Pemakaian kata Eben-Haezer dalam ketiga ayat tersebut memberikan 2 macam pengertian, yaitu : Pertama, merupakan nama diri yang merujuk kepada suatu tempat di mana orang Israel dua kali dikalahkan oleh orang Filistin (1 Samuel 4:1 dan 1 Samuel 5:1). Daerah ini mungkin merupakan tempat nabi Samuel meletakkan sebuah batu untuk  memperingati kemenangan atas orang Filistin (1 Samuel 7:12). Kedua, merupakan nama diri yang diberikan kepada sebuah batu yang didirikan oleh Samuel untuk memeringati kemenangan bangsa Israel atas orang Filistin (1 Samuel 7:12). Sebuah batu yang diletakkan oleh nabi Samuel sebagai batu peringatan. Bukan untuk disembah, tapi hanya sebagai monumen peringatan atas pertolongan Tuhan pada saat itu. Nama tersebut juga memiliki pengertian yang sama dengan maksud dari peletakan batu tersebut. Eben–Haezer: Sampai di sini Tuhan menolong kita.  Peletakan batu, Eben-Heazer adalah sebuah momen untuk mengingat pertolongan Tuhan, dan sebagai ucapan syukur atas pertolongan Tuhan, juga untuk memuliakan Tuhan. Hal ini sekaligus diharapkan menjadi momentum bagi bangsa Israel untuk terus mengingat kebaikan Tuhan yang mereka  terima saat itu, sehingga mendorong mereka juga  untuk terus memercayai Tuhan, yang hidup, yang dapat dipercayai dan diandalkan. Sahabat, sesungguhnya “Sampai di sini TUHAN  menolong kita”, tidak berbicara tentang pertolongan Tuhan yang telah selesai. Namun berbicara  tentang INILAH pertolongan Tuhan yang sudah dimulai dan akan terus berlanjut.  Apa yang  dilakukan Samuel seharusnya membantu kita untuk dapat memerhatikan momen-momen dalam hidup kita, ada saat-saat yang perlu kita ingat, ketika Tuhan bekerja dengan dasyat menolong kita.   Hidup kita sebagai orang percaya, perlu memiliki kepekaan untuk mengetahui momen-momen, yang Tuhan berikan, untuk kita syukuri sebagai bagian dari pertolongan Tuhan dalam membentuk kita. Melihat setiap peristiwa dalam hidup kita, sebagai momen Tuhan menolong kita,  itu akan melahirkan rasa syukur dan perubahan hidup.  Karena itu, kita harus punya komitmen bahwa setiap keberhasilan dalam pelayanan, dalam keluarga, dalam pekerjaan, dalam studi,   dan dalam menyelesaikan masalah demi masalah,  itu artinya Tuhan terus bekerja menolong kita.   Mengingat Sejenak Merenung pada hari ini masih berkaitan dengan HUT ke-43 PA Christopherus, maka saya mengajak Sahabat semua kiranya berkenan untuk mendoakan perjalanan pelayanan PA Christopherus selanjutnya. Tuhan memberkati. (pg).

Menempatkan TUHAN sebagai yang PERTAMA dan TERUTAMA

Saya yakin cukup banyak orang percaya yang sudah hafal Matius 6:33. Kita semua mengerti bahwa firman Tuhan memerintahkan kita untuk mencari terlebih dahulu Kerajaan-Nya dan kebenaran-Nya, yang merupakan kunci untuk mengalami berkat-berkat Tuhan.  Sahabat,  dalam praktik hidup sehari-hari, sadar atau tidak, seringkali kita tidak menempatkan Tuhan sebagaimana seharusnya, yaitu sebagai yang pertama dan terutama dalam hidup.  Kita menempatkan Tuhan hanya sebagai alternatif pilihan atau bahkan sebagai  ban serep  saja.  Kita mencari Tuhan hanya saat perlu saja, kita ngotot mencari hadirat-Nya saat terhimpit masalah, kita mencari Tuhan karena kita mengingini berkat-Nya, mukjizat-Nya dan pertolongan-Nya, tak lebih dari itu. Untuk lebih memahami topik tentang: “Menempatkan TUHAN sebagai yang PERTAMA dan TERUTAMA”, Bacaan Sabda saya ambil dari 1 Samuel 12:13-25. Samuel mengingatkan Israel bahwa, meskipun mereka telah memiliki raja, namun harus tetap ingat bahwa hanya Allahlah yang patut dipuji dan disembah. Umat harus senantiasa takut akan Allah, beribadah kepada-Nya, mendengarkan Firman-Nya dan tidak menentang titah-Nya (ayat 14, 20, dan 24). Demikian pula, raja Israel harus melakukan hal yang sama bersama umat. Pesan tersebut diulang Samuel sampai tiga kali, karena bangsa Israel dalam sejarah perjalanannya, sering kali mudah tergoda untuk menyembah ilah-ilah lain. Samuel kembali memaparkan pengalaman-pengalaman pahit ketika umat melupakan Allah. Ia juga bercerita tentang segala perbuatan yang dikerjakan Allah kepada umat saat itu dan kepada nenek moyang mereka. Semua itu menyadarkan umat Israel bahwa hanya Allah yang terutama. Raja pun berada di bawah kuasa Allah. Jangan tergoda untuk menganggap raja sebagai Allah! Sahabat, melalui bacaan kita pada hari ini,  kita diingatkan agar tetap menempatkan Allah sebagai yang pertama dan terutama. Di sekitar kita begitu banyak godaan yang dapat menarik kita untuk menjauh dari Allah dan menempatkan-Nya menjadi yang kedua. Godaan bisa datang tanpa kita sadari. Godaan bisa juga muncul dari kekaguman yang berlebihan terhadap seseorang, sehingga kita menjadi lebih memuja orang tersebut, dibandingkan Allah. Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini: Apa yang diberikan Tuhan kepada bangsa Israel? (Ayat 13) Apa saja yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh Raja dan bangsa Israel? (Ayat 14) Peringatan apa yang diberikan kepada bangsa Israel? (Ayat 21) Apa janji nabi Samuel kepada bangsa Israel? (Ayat 23) Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

Mencari dan Mendapatkan HIKMAT

Sahabat, hikmat   memiliki makna:  Suatu pengertian dan pemahaman yang dalam mengenai orang, barang, kejadian atau situasi, yang menghasilkan kemampuan untuk menerapkan persepsi, penilaian dan perbuatan sesuai dengan pengertian tersebut.  Secara singkat hikmat  memiliki arti: Kebijaksanaan, pengertian, pengetahuan dan kepandaian.  Hikmat adalah hal yang sangat penting yang harus dimiliki oleh setiap anak-anak Tuhan,  sebab hikmat lebih berharga daripada permata, apapun yang diinginkan orang, tidak dapat menyamainya (Amsal 8:11).  Dengan hikmat, orang dimampukan untuk membuat keputusan dengan benar, dapat membedakan mana yang baik dan mana yang jahat, mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak. Sahabat, untuk lebih memahami topik tentang: “Mencari dan Mendapatkan HIKMAT”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Amsal 2:1-22. Serentetan petunjuk mengenai sikap yang benar terhadap hikmat dipaparkan penulis dari ayat 1 sampai 4 seperti yang ditunjukan pada kerjanya: Menerima perkataan, menyimpan perintah, memerhatikan hikmat, mencenderungkan hati pada kepandaian, berseru kepada pengertian, dan mencari serta mengejar harta terpendam. Mencermati semua sikap tersebut, kita belajar bahwa untuk mendapatkan hikmat, harus ada usaha yang serius, tidak mengenal lelah, bersemangat, jauh dari putus asa dan terbuka untuk dipimpin oleh hikmat. Mencari hikmat melibatkan pikiran, indera, hati, dan kemauan. Sikap ini dimiliki oleh orang yang tahu dan yakin bahwa hikmat yang didasari takut akan Tuhan adalah hikmat yang berharga bagi hidupnya. Karena hikmat bersumber pada Allah, maka kita perlu menyediakan waktu untuk mendengar firman-Nya secara teratur dan sungguh-sungguh. Kita perlu membuka hati dan pikiran kita mempelajari firman Tuhan. Kita perlu menyediakan waktu untuk bersekutu dengan Tuhan di dalam doa dan persekutuan pribadi, dan melakukan firman Tuhan setiap hari. Sahabat, berkomitmenlah setiap hari untuk bersekutu dengan Tuhan lewat doa, saat teduh, dan melakukan firman Tuhan. Dengan demikian jelas ada perbedaan antara orang yang takut akan Tuhan dan yang tidak. Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini: Bagaimana cara mencari dan mendapatkan hikmat? (Ayat 1-5) Pemahaman apa yang Sahabat peroleh dari ayat yang ke-6? Apa manfaat hikmat bagi hidup Sahabat saat ini? (Ayat 9-16) Apa nasihat dan janji yang kita peroleh dari ayat 20-22? Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

Mereka BUTUH SENTUHAN KASIH Kita

Sejak berdirinya, yayasan Christopherus bersifat Interdenominasi dan holistik, dengan moto  pelayanannya: “Christ for all, all for Christ” (2 Korintus 5:14-15) Bertitik tolak dari ketiga karakter tersebut, maka yayasan Christopherus  terus mengembangkan  pelayanannya, mulai dari berkhotbah, main musik, memutar film dan pelayanan  sosial sebagai wujud nyata dari apa yang dikhotbahkan. Pada langkah berikutnya mendirikan panti asuhan. Hari ini, Kamis 18 November 2021 Panti Asuhan (PA) Christopherus  tepat berulang tahun yang ke-43. Maka untuk lebih mendalami topik tentang: “Mereka BUTUH SENTUHAN KASIH Kita”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Yakobus 1:27, yang sekaligus merupakan firman Tuhan yang menjadi dasar dari pendirian PA Christopherus. Mengapa memperhatikan yatim piatu disebut “Ibadah yang murni”? Karena menolong dan memberdayakan yatim, piatu, dan yatim piatu,  kita tidak bisa mengharapkan balas jasa (“pamrih”) dari mereka. Tapi sesungguhnya Tuhan sangat menghargai pelayanan sekecil apapun yang kita berikan kepada mereka yang membutuhkan sentuhan kasih kita(Matius 10:42). Sahabat, cukup banyak orang beranggapan bahwa ibadah yang murni dan tak bercacat ialah jika pelaksanaan liturgi gereja dilaksanakan dengan baik tanpa ada kesalahan apa pun. Intinya ibadah itu terletak pada suksesnya sebuah seremonial suatu kebaktian dijalankan. Hal tersebut berbeda dengan pemahaman Yakobus. Praktik hidup beribadah dari jemaat Kristen mula-mula tidaklah salah; tetapi ibadah yang dilakukan akan menjadi sia-sia jika tidak dilanjutkan, diterapkan dalam perbuatan sehari-hari. Bahkan makna ibadah yang dilakukan dapat hilang, ketika orang yang beribadah justru melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan makna ibadahnya. Ibadah kepada TUHAN harus utuh dan bulat, tidak setengah-setengah! Ibadah kepada TUHAN tidak hanya terbatas kepada pujian yang dinyanyikan, doa yang dipanjatkan serta firman TUHAN yang didengarkan! Ibadah kepada TUHAN adalah juga nyanyian, doa dan firman TUHAN yang dilakukan dalam kesaksian hidup, berdampak bagi sesama, dan dilakukan dengan sungguh serta murni, sebagaimana layaknya dilakukan kepada TUHAN (Matius 25: 31-46; Kolose 3:17 dan 23). Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, bagikanlah secara singkat pemahamanmu tentang ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah. Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg) ———————- Sahabat, doakan dan dukunglah PA Christopherus. Jika Sahabat ingin mengetahui lebih lanjut dan lebih banyak tentang PA Christopherus, hubungi kami melalui WA ini, dengan sukacita kami akan mengirimkan info-info yang Sahabat butuhkan.

KECIL namun BERDAMPAK BESAR

Hari ini,  Selasa 16 November 2021, Departemen Persekutuan Biji Sesawi (PBS) Christopherus tepat berulang tahun yang ke-30. Misi Departemen PBS yaitu menggalang dana secara rutin dan kolektif kemudian menyalurkannya untuk memberi beasiswa bagi mahasiswa theologia yang kurang mampu, memberi tunjangan hidup kepada guru-guru agama Kristen honorer yang mengajar di SD-SD Negeri dan memberi tunjangan hidup kepada hamba-hamba Tuhan yang melayani  di pedesaan dan pedalaman. Sahabat, mengapa diberi nama Biji Sesawi? Hal Kerajaan Allah itu seumpama biji sesawi yang ditabur di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dibandingkan dengan segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.  Walaupun kecil, namun dapat berdampak besar. Untuk lebih memahami topik tentang: “KECIL namun BERDAMPAK BESAR”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Injil Markus 4:30-34. Yesus menyatakan pengajaran-Nya dengan menggunakan perumpamaan. Tujuannya  agar mudah dipahami orang pada waktu itu dan masa kini. Peristiwanya sudah lampau, namun makna dari perumpamaan itu terus bergema hingga zaman now. Yesus memberikan perumpamaan Kerajaan Allah seperti biji sesawi yang ditanam dan memberikan hasil yang besar. Kerajaan Allah adalah kiasan yang ingin menggambarkan kuasa Allah dalam suatu keadaan. Allah berkuasa sepenuhnya di dalamnya. Hadirnya Kerajaan Allah membuat manusia dapat menjalani kehidupannya dalam kuasa pimpinan Allah. Hal Kerajaan Allah digambarkan seumpama biji sesawi (ayat 31). Dalam kehidupan sehari-hari orang Yahudi sangat memahami biji sesawi sebagai biji yang paling kecil dari segala biji. Istilah biji sesawi digunakan untuk menjelaskan hal yang paling kecil. Biji yang paling kecil itu setelah ditaburkan akan menjadi tumbuhan yang besar dan kuat (ayat 32). Sesuatu yang kecil dan tidak bermakna jika didiamkan saja, selamanya akan menjadi tidak berguna. Namun jika diserahkan dalam kuasa Allah, maka akan menghasilkan manfaat besar dalam kehidupan kita. Seperti biji yang ditanam akan menjalani proses dari Allah ketika mengalami pertumbuhan sampai menjadi pohon yang besar, demikian pula hal kecil yang membuat kita merasa tak berarti, jika semuanya diserahkan kepada Allah akan memberikan hasil yang berguna. Sahabat, berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, apakah sudah sesuai dan selaras nama Departemen PBS dengan apa yang menjadi misinya? Mengapa? Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg) —————————- Bagi Sahabat yang tertarik dengan pelayanan Departemen PBS, silakan hubungi saya melalui WA. Saya akan mengirimkan informasi yang  lebih lengkap tentang mereka. Doakan dan dukunglah pelayanan Departemen PBS. Tuhan memberkati.

TAJAM MENUSUK dan MENANCAP di HATI

Pedang bermata dua adalah senjata  yang dipakai oleh bangsa Romawi di zaman dahulu, memiliki panjang sekitar 0,75 meter, ditajamkan di kedua sisinya dengan ujung yang tajam pula.  Jadi, ke arah mana saja seorang tentara Romawi mengayunkan pedangnya, dia sedang mengayunkan kematian; siapa pun yang mendekat pasti akan terluka.  Dengan senjata itulah bangsa Romawi mampu menaklukkan dunia. Sahabat, firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; karena itu tak heran ada sebagian orang percaya yang tidak suka mendengarkan atau membaca firman Tuhan,  bagian ayat-ayat yang menegur tentang dosa dan memerintahkan orang harus berubah dan bertobat, karena sangat menyakitkan. Untuk lebih memahami topik tentang: “TAJAM MENUSUK dan MENANCAP di HATI”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Ibrani 4:1-13. Firman Tuhan itu kuat dan tajamnya melebihi pedang bermata dua karena firman itu hidup. Jadi kalau seseorang, siapa pun orang itu, menyampaikan kebenaran firman Tuhan yang sangat menyakitkan dan menyinggung hati karena menegur dosa, jangan keraskan hati (ayat  7). Kita justru harus bersyukur mendapatkan firman itu karena itu tanda Tuhan masih  mengasihi dan mau kita berubah menjadi lebih baik. Firman Tuhan itu berguna untuk menumbuhkan iman kita yang mendengar atau membaca dan melakukannya.  Tuhan sangat ingin kita masuk ke dalam perhentian yang Tuhan sediakan. Jadi, terima setiap firman Tuhan dan lakukan setiap perintah-Nya. Sambut setiap ayat yang kita baca atau dengar dengan hati yang lemah lembut supaya kita bisa  dibentuk. Bersyukurlah kalau firman Tuhan yang disampaikan seseorang sangat menancap dan menyakiti hati, dan segera bertobatlah. Sahabat, lembutkan hatimu saat menerima firman Tuhan yang tajam menusuk dan menancap di hati. Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini: Apa nasihat yang perlu terus kita ingat yang terdapat pada ayat 7? Apa yang Sahabat pahami dari ayat 10? Apa nasihat yang terdapat di ayat 11? Apa maknanya: Firman Allah hidup yang terdapat di ayat 12? (Baca Yohanes 1:1 dan 14) Apa maknanya: Firman Allah lebih tajam daripada pedang bermata dua mana pun yang terdapat di ayat 12? (Baca Efesus 6:17) Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

Ketika ada SI LEMAH dan SI KUAT

Sahabat, ada saatnya ketika perbedaan tak dapat disatukan, yang harus kita lakukan adalah saling menerima perbedaan yang ada. Kehidupan rumah tangga Warna dan Rona (nama samaran) yang baru seumur jagung terus diguncang konflik. Mereka kerap berselisih pendapat berkepanjangan dan tidak menemukan jalan keluar. Mereka merasa saling tidak bisa memahami.  Ekspektasi demi ekspektasi yang tak terpenuhi membuat frustrasi. Akibatnya kehidupan rumah tangga mereka bagai telur di ujung tanduk. Sahabat, tanpa disadari kita sering berharap orang lain bereaksi tepat seperti yang kita kehendaki. Padahal, ada banyak faktor yang menentukan mengapa ia bereaksi begitu, dan tidak bereaksi begini. Faktor tersebut antara lain:  Tipe kepribadian. cara pandang, kebiasaan. keyakinan, pengalaman, pengasuhan dan pendidikan yang diterima. Bahkan menurut temuan ilmiah mutakhir tentang otak manusia, setiap orang bereaksi berbeda akibat struktur dan cara kerja otak yang memang tidak sama. Jadi, mengapa kita harus memaksakan apa yang memang diciptakan Tuhan berbeda? Untuk lebih memahami topik tentang: “Ketika ada SI LEMAH dan SI KUAT”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Roma 15:1-7.  Jemaat di kota Roma terancam kerukunannya akibat perselisihan berkepanjangan antara dua kelompok. Atas kasus makanan yang dipersembahkan pada berhala, masing-masing kelompok menantikan reaksi yang diharapkan. Dan, ketika hasilnya lain, mereka saling menyerang. Yang sini menghakimi, sedang yang sana menghina (Roma 14:10). Sebenarnya, kalau masing-masing mampu bertanggung jawab kepada Tuhan (Roma 14:6-8), setiap pihak layak bereaksi dengan caranya sendiri. Beralaskan sikap Kristus kepada kita, Paulus menasihatkan supaya mereka lebih saling menerima daripada saling menyerang (ayat 7). Barulah kerukunan akan tercipta (ayat 5). Sahabat, berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini: Apa nasihat pertama dari Rasul Paulus untuk jemaat di Roma (ayat 1)? Apa yang mesti dilakukan oleh orang percaya? (Ayat 2) Apa makna yang tersirat dari pernyataan Paulus yang terdapat di ayat 4? Apa yang menjadi doa dan harapan Paulus? (Ayat 5-6) Apa yang menjadi nasihat Paulus di ayat 7? Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

SINGKAT tapi BERMANFAAT

Hidup manusia tidak kekal. Di mata Tuhan waktu itu singkat saja. Waktu yang sudah dilalui tak bisa diulang lagi. Tentu saja sangat disayangkan apabila masa yang terbatas kita isi dengan berbagai hal yang tidak bermanfaat. Bagaimana membuat hidup yang singkat  menjadi bermanfaat? Sahabat, ujaran kebencian, kekerasan verbal, dan penyebaran kabar bohong (hoax) mewarnai kehidupan dunia saat ini. Sesungguhnya hal-hal tersebut dapat menghancurkan persaudaraan, mengacaukan hidup bersama, dan merusak masa depan. Pertemanan yang tadinya akrab menjadi ambyar karena kabar bohong. Relasi antartetangga menjadi tidak rukun karena memelintir kebenaran dan beredarnya ujaran kebencian. Relasi antara orangtua dan anak pun merenggang karena kekerasan verbal melalui bentakan dan ejekan. Untuk lebih memahami topik tentang: “SINGKAT tapi BERMANFAAT”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Mazmur 39:1-14. Ajal dan umur adalah hal yang tak bisa diketahui oleh seseorang. Kematian adalah suatu kepastian yang akan terjadi namun tak seorang pun tahu secara pasti kapan hal itu akan terjadi. Sahabat, Daud ingin supaya hidupnya yang singkat dijalani menjadi berkat dan bermanfaat melalui perkataan dan tindakannya. Daud mengatakan bahwa ia hendak menjaga diri agar ia tidak berdosa dengan lidah dan mulutnya (ayat 2). Mulut bisa digunakan untuk mengeluarkan kata-kata indah, menyejukkan, menyenangkan, menghibur, dan membangun.  Sebaliknya, mulut juga bisa dipakai untuk mencaci, mengumpat, mengejek, dan menjatuhkan orang lain. Selain itu  mulut yang sama juga bisa memberitakan kabar bohong dan ajaran yang menyesatkan orang. Sahabat, sebagai orang percaya,  kita amat faham bahwa kita adalah makhluk fana, kita diciptakan dalam ruang dan waktu oleh Sang Khalik yang tak fana, yang berada diluar batas waktu. Tugas kita adalah bagaimana dalam kurun waktu dan batas usia yang tersedia, kita dapat mengerjakan pekerjaan yang diamanatkan Allah tanpa lelah.  Karena itu, teruslah berkarya untuk TUHAN selama kita berada di dunia ini. Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini: Apa tujuan Daud berdoa kepada Tuhan minta supaya Tuhan memberitahu kapan waktu ajalnya dan batas usia yang dia miliki? (Ayat 5) Apa makna dari pernyataan Daud di ayat yang ke-6? Apa makna dari pernyataan Daud di ayat yang ke-7? Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)