Penuh Ekspresi MEMUJI TUHAN

Mengapa kita harus memuji Tuhan di segala waktu?  Karena kita diciptakan Tuhan dengan tujuan memberitakan kemasyuran-Nya (Yesaya 43:21).  Memuji Tuhan adalah perintah Tuhan, dan sebagai anak-anak-Nya kita harus taat melakukannya (Ibrani 13:15).  Tuhan sangat menikmati puji-pujian yang dinaikkan oleh umat-Nya, karena itu Ia selalu hadir dan bertahta di atas pujian kita.  Sahabat, meski berada di situasi sulit, seperti pada masa Pandemi Covid-19, biarlah kita tetap memuji-muji Tuhan, karena ketika kita melakukannya Tuhan akan hadir melawat kita.  Kehadiran-Nya pasti membawa dampak luar biasa dalam kehidupan kita:  Memulihkan, menyembuhkan, menolong bahkan memberkati kita.  Marilah kita memuji Tuhan di segala waktu seperti yang dilakukan Daud,  “Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.”  (Mazmur 34:2), tidak terbatas hanya pada saat kita beribadah di gereja saja.  Sebagai manusia biasa, Daud pun pernah dan sering mengalami masalah atau pun tekanan dalam hidupnya, namun ia tidak menjadi putus asa dan terus-menerus tenggelam dalam kepedihan, ia tetap memuji-muji Tuhan.  Itulah sikap yang patut kita teladani. Kalahkanlah kesedihan dan tekanan di hati kita dengan kuasa puji-pujian. Sahabat, untuk menggali lebih dalam topik tentang “Penuh ekspresi memuji Tuhan”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Mazmur 150:1-6. Ketika kita membaca Mazmur ini, kita dapat membayangkan betapa meriah dan megahnya pesta pujian yang diselenggarakan di dalam tempat ibadah. Pesta yang penuh semarak, sukacita, dan kegembiraan! Pesta yang menyuarakan kesyahduan dalam memuji Tuhan yang kudus dan kebesaran karya-Nya. Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini: Mengapa dan bagaimana kita harus selalu memuji Tuhan? (Ayat 1 dan 2) Ketika membaca ayat 3-5, pemahaman apa yang Sahabat peroleh berkaitan dengan cara memuji Tuhan? Ketika sampai saat ini kita masih dapat bernafas dengan baik, apa yang seharusnya kita lakukan? (Ayat 6) Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg).

TUHAN tetap Menyediakan MASA DEPAN

Siapa yang tahu apa yang akan terjadi hari esok? Hari esok menjadi  suatu misteri, bagi siapa pun, sehingga ada cukup banyak orang yang mencemaskan hari esoknya. Tetapi firman Tuhan meyakinkan kita bahwa masa depan sungguh ada dan harapan kita tidak akan pernah hilang (Amsal 23:18). Tuhan mampu mengubah apa yang buruk menjadi baik. Masa depan kita tidak ditentukan oleh apa yang kita miliki, namun masa depan kita sepenuhnya ada di tangan Tuhan Yesus, Sang Gembala Agung. Mungkin ada diantara kita  pernah mengalami peristiwa yang memalukan. Kesalahan itu terjadi mungkin berupa ketidaksengajaan kita, kegagalan atau keputusan salah yang kita lakukan. Tidak sedikit dari kita merasa kecewa berkepanjangan,  merasa diri gagal, dan kehilangan masa depan. Benarkah sebuah kesalahan di masa lalu dapat menghancurkan masa depan kita? Sahabat, masa lalu yang memalukan mungkin menjadi salah satu bagian hidup kita, namun hal itu tidak seharusnya membuat kita menyerah kalah. Bukankah kita mendengar janji: Ketika kita mendapat hikmat (pribadi Tuhan) maka ada masa depan dan harapan yang tidak akan hilang? Bahkan peristiwa memalukan dan kebodohan yang pernah kita lakukan di masa lalu pun tidak lagi diingat oleh Tuhan. Tuhan tidak ingin melihat hidup kita terpuruk, Ia menghendaki diri kita bangkit dan melangkah kepada masa depan dan harapan baru yang sudah disediakan-Nya. Yakinlah, seburuk apa pun kesalahan kita di masa lalu. Tuhan tetap menyediakan masa depan bagi orang yang mengandalkan-Nya. Untuk memahami lebih dalam topik: “Tuhan tetap menyediakan masa depan”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Amsal 24:13-20. Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini: Apa yang dimaksud dengan kata hikmat dalam ayat 14? Tuliskan dengan bahasamu sendiri pemahamanmu tentang masa depan yang engkau peroleh dari ayat 13 dan 14. Apa yang engkau pahami tentang kejatuhan orang benar? (ayat 16) Apa kaitannya antara penjahat dengan masa depan? (ayat 19 dan 20) Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

Mengapa Tuhan MEMBERIKAN KARUNIA YANG BERBEDA?

Itulah yang kurang dimengerti orang percaya mengapa dan untuk tujuan apa Tuhan memberikan karunia yang berlainan kepada tiap-tiap orang percaya?  Sahabat, setiap orang memiliki kelebihan dan  kekurangan.  Jika kita membandingkan, apalagi mempertandingkan diri kita  dengan orang lain, itu adalah kekeliruan yang besar dan berbahaya. Hal itu dapat menimbulkan rasa iri hati dan memicu persaingan yang tidak sehat. Ujungnya, kita terjebak dalam usaha untuk menjadi yang paling utama dan berkuasa. Mudah ditebak, hasil akhirnya hanya kehancuran relasi, komunitas, atau persekutuan. Untuk mendalami pergumulan kita pada hari ini: “Mengapa Tuhan memberikan karunia yang berbeda”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari 1 Korintus 12:1-11. Hal semacam itu (alinea 2)  tidak hanya terjadi di luar gereja. Dalam tubuh Kristus pun hal serupa kerap terjadi. Jemaat Korintus saat itu menilai karunia-karunia rohani sebagai sebuah tanda kedewasaan rohani. Bagi mereka, semakin banyak memiliki karunia rohani, maka semakin tinggi kualitas spiritualitas. Mereka menyangka dengan segala pencapaian itu, maka semakin besar pula kuasa rohaninya. Akibatnya, terjadi kompetisi yang tidak sehat. Setiap orang merasa dirinya lebih rohani dan berkuasa daripada yang lain. Sahabat, kita semua diberi karunia rohani yang berbeda-beda untuk dipakai di saat yang berbeda dan dengan cara yang berbeda. Namun semuanya itu harus dipakai dalam kasih bagi pembangunan tubuh Kristus (Efesus 4:12). Di mana pun Allah menempatkan, kita dapat memakai apa yang telah dikaruniakan-Nya kepada kita untuk melakukan sesuai dengan apa yang dibutuhkan, sembari mengingat bahwa kita semua merupakan anggota dari gereja, yaitu tubuh Kristus (1Korintus 12:13-14). Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini: Tuliskan pemahamanmu terhadap pernyataan Rasul Paulus yang terdapat di ayat 4-6. Apa tujuan Tuhan memberikan karunia Roh yang berbeda kepada tiap-tiap orang? (ayat 7) Tuliskan bermacam karunia rohani yang dinyatakan oleh Rasul Paulus di ayat 8-10. Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

Bagaimana caranya supaya TUHAN DIMULIAKAN?

Mengapa Tuhan menciptakan manusia? Salah satu alasannya agar manusia memuliakan nama-Nya. Jika Allah mencipta manusia demi memuliakan-Nya, berarti hidup manusia harus selalu mencerminkan hal tersebut. Sahabat, kita adalah cermin Allah, jadi Allahlah yang harus tampak dalam hidup kita.  Hal tersebut tidak dapat ditawar lagi. Sahabat, tujuan Allah menciptakan manusia   agar manusia itu memuliakan Allah Sang Pencipta. Apapun yang kita lakukan tujuan utamanya adalah demi kemuliaan bagi Allah. Apapun profesi dan pekerjaan kita saat ini harus kita gunakan untuk memuliakan Allah. Apa pun yang kita perbuat dalam hidup ini, hendaknya hanya untuk kemuliaan Allah saja. Tidak peduli sekecil apapun bagian yang sedang kita kerjakan atau perbuat, mari kita lakukan hal tersebut dengan segenap hati dan mempersembahkan itu hanya untuk kemuliaan-Nya saja. Allah tidak akan melihat seberapa kecil atau besar hal yang kita lakukan, namun Dia melihat kesungguhan dan ketulusan kita dalam mengerjakannya. Mengerjakan hal kecil namun dengan sungguh-sungguh dan memuliakan nama-Nya jauh lebih berharga daripada melakukan pekerjaan besar namun tidak berkenan di hadapan-Nya. Sahabat, memuliakan Tuhan bukan berarti membuat Tuhan lebih mulia, karena Dia sudah mulia dan tidak kekurangan kemuliaan; kemuliaan Tuhan sudah sempurna dan tidak perlu ditambahkan oleh manusia. Memuliakan Tuhan berarti mengakui dan menghargai kemuliaan Tuhan di atas segalanya dan membuat kemuliaan-Nya dikenal melalui hidup kita. Sahabat, untuk lebih memahami topik tentang: “Bagaimana caranya supaya Allah dimuliakan?”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari 1 Korintus 10:23-33. Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut: Sebutkan dua hal yang benar-benar perlu kita perhatikan dalam tindakan dan perbuatan kita (ayat 23). Apa pesan Rasul Paulus bagi kita dalam menjalani dan menikmati hidup? (ayat 31) Apa tujuan Rasul Paulus berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal? Apa implikasinya bagi kita saat ini? (ayat 33) Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

MEMUJI TUHAN di segala MUSIM KEHIDUPAN

Sahabat,  pernah merasakan pertolongan Tuhan?  Setiap kita pasti pernah mengalami dan merasakan kebaikan Tuhan dalam hidup ini.  Lalu, apa yang Saudara pikirkan saat bangun tidur di pagi hari?  Banyak orang mengawalinya dengan memikirkan masalah dan kemustahilan sehingga sepanjang hari pikiran mereka selalu diliputi kegelisahan, ketakutan, kemarahan atau emosi.  Berbeda dengan Daud selalu memulai harinya dengan berdoa dan mempersembahkan puji-pujian bagi Tuhan.  Bahkan  tujuh kali dalam sehari Daud memuji-muji Tuhan  (Mazmur 119:164).  Tidak sedikit orang percaya lupa melakukan hal tersebut.  Mereka berpikir memuji Tuhan itu cukup dilakukan saat beribadah di gereja atau persekutuan saja.  Sahabat, memuji Tuhan adalah ekspresi yang keluar dari hati terdalam seseorang yang mengagumi Tuhan sebagai respons atas kebaikan-Nya.  Tanpa kekaguman, memuji Tuhan hanya akan menjadi suatu kewajiban atau rutinitas yang dipaksakan.  Sedangkan rasa kagum pasti lahir dari kerendahan hati, dan tidak dapat dipisahkan dari keberadaan hidup kita.  Itulah sebabnya memuji Tuhan di tengah pencobaan dan penderitaan seringkali terasa sulit kita lakukan.  Namun jika kita terus melatih diri untuk selalu memuji Tuhan, kita akan beroleh kekuatan untuk memuji Dia apa pun keadaan kita seperti Daud yang memuji Tuhan bukan hanya sekali, tapi tujuh kali dalam sehari.  Ketahuilah bahwa memuji Tuhan adalah pelayanan langsung yang kita tujukan kepada Tuhan.  Maka dari itu tanpa kerendahan dan kemurnian hati, pujian kita tidak mungkin berkenan kepada Tuhan. Untuk lebih memahami topik “Memuji Tuhan di segala musim kehidupan”, Bacaan Sabda saya ambil dari Mazmur 145:1-21. Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawabalah beberapa pertanyaan berikut ini: Apa syaratnya agar kita dapat memuji Tuhan di segala musim kehidupan? (Ayat 8-9) Mengapa Daud walaupun mengalami pergumulan hidup yang berat, dia tetap dapat memuji Tuhan setiap hari? (ayat 14) Orang yang bagaimana yang tahu pentingnya berterima kasih dan mengucap syukur? (ayat 16 dan 18) Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

Cara MENGENALI PRIBADI Seseorang

Manakah lebih mudah mengenali jenis buah, dari pohonnya atau dari buahnya langsung? Tentu saja  dari buahnya ya. Ketika kita melihat sebuah pohon,  kita bisa  tidak mengenali pohon apakah itu, tetapi ketika pohon itu sedang berbuah, pada umumnya kita langsung dapat mengenali pohon buah tersebut. Kita mengenal pohon dari buahnya. Akan tetapi, pernahkah Sahabat melihat pohon nangka berbuah durian? Mana bisa,  itu  sebuah kemustahilan. Sahabat, orang bijak berkata, “Tidak ada keindahan yang bercahaya lebih terang daripada hati yang baik”. Seseorang yang memiliki hati yang baik adalah seorang yang dapat membuat kita merasa tersanjung, dan akan menguatkan kita sehingga kita menjadi orang yang lebih baik. Untuk lebih memahami topik tentang “Cara mengenali pribadi seseorang”, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Lukas 6:43-45. Yesus memberikan gambaran sederhana tentang bagaimana cara mengenali pribadi seseorang. Yesus, dengan cerdas, mengibaratkan manusia itu seperti pohon. Pohon yang baik pasti akan menghasilkan buah yang baik. Sebaliknya, pohon yang tidak baik akan menghasilkan buah yang juga tidak baik (ayat 43). Sahabat, Yesus memberikan contoh bahwa semak duri tidak akan menghasilkan buah ara atau buah anggur. Tentu saja kita pasti tahu alasannya karena ketiganya berasal dari jenis yang berbeda (ayat 44). Dari sini kemudian Yesus menarik pada kenyataan hidup manusia. Orang yang dari dalam hatinya baik akan memancarkan hal-hal yang baik pula. Sedangkan, orang yang dari dalam hatinya jahat, juga akan memancarkan hal-hal yang jahat (ayat 45). Konteks ayat 45 adalah orang-orang Farisi yang tega memfitnah Yesus. Momen itu terjadi ketika Dia mengusir setan dari tubuh seseorang (Matius 12:22). Mereka mengatakan bahwa Yesus mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, yaitu penghulu setan (Matius 12:24). Bagi Yesus, fitnah itu sudah menunjukkan sifat hati mereka yang jahat (45). Sahabat, berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, tuliskanlah dengan bahasamu sendiri bagaimana cara mengenali pribadi seseorang. Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

Mengapa Sahabat BERSYUKUR?

Saya yakin hampir semua orang pernah bersyukur, termasuk Sahabatku yang sedang membaca “Sejenak Merenung” ini. Permisi … Saya ingin bertanya, mengapa dan apa yang membuat Sahabat bersyukur? Ada orang yang bersyukur karena dapat sembuh dari sakitnya.  Ada yang bersyukur kartena dikaruniai Tuhan seorang anak. Ada yang bersyukur karena lulus ujian. Bagi Sahabat yang menjadi seorang pebisnis tentu bersyukur kalau usahanya berjalan lancar dan maju dengan pesat. Bagi Sahabat saya yang menjadi gembala jemaat tentu bersyukur kalau anggota jemaatnya terus bertambah dan sebagian besar dari jemaatnya bersedia terlibat dalam pelayanan di gerejanya. Bagi kawula muda tentu bersyukur kalau punya pacar. Tentu masih banyak hal yang membuat kita bersyukur. Sahabat, hari ini saya ajak untuk belajar dari Daud karena sangat menarik sekali ucapan syukur Daud.  Ia tidak bersyukur atas kekayaannya, bukan pula karena jabatan raja yang dimilikinya. Ia justru bersyukur untuk dua hal utama, yaitu firman Tuhan  dan pribadi Tuhan itu sendiri . Maka Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Mazmur 33:1-22. Meski Mazmur 33 tidak memiliki latar belakang yang jelas, tetapi bukan kebetulan jika mazmur tersrnut ditempatkan setelah Mazmur 32, yang berbicara mengenai kebahagiaan orang yang diampuni Tuhan. Bila pada Mazmur 32 kita telah melihat betapa membahagiakannya pengampunan Tuhan,  maka pada Mazmur 33 kita diperlihatkan bagaimana pengampunan yang sempurna itu menjadi pendorong bagi pemazmur untuk berelasi akrab dengan Tuhan dan menjalani hidup dengan penuh ucapan syukur. Sahabat, berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini: Sangat menarik, yang pertama Daud bersyukur karena FIRMAN TUHAN (ayat 4 -11). Apa saja sebabnya Daud bersyukur karena firman Tuhan? (Perhatikan ayat 4, 5, 9, dan 10-11) Yang kedua, Daud bersyukur karena PRIBADI TUHAN ITU SENDIR (ayat 12-18). Kepribadian seperti apa yang ada di dalam diri Tuhan yang menyebabkan Daud bersyukur? (Perhatikan ayat 13-15, 18, dan 19) Apa pernyataan yang dikatakan Daud dalam ayat 12? Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

Undangan untuk MENGENAL TUHAN lebih DALAM

Pepatah lama berkata,   “Tak kenal maka tak sayang”.  Bagaimana kita bisa mengasihi Tuhan jika tidak mengenal pribadi-Nya?  Pengenalan akan Tuhan bukan sekadar tahu Dia adalah Yesus Juruselamat manusia.  Sahabat, ada cukup banyak orang percaya merasa dirinya sudah mengenal Tuhan dengan baik, dibuktikan dengan rajin beribadah dan terlibat dalam pelayanan.  Padahal itu tidak menjamin sepenuhnya seseorang memiliki pengenalan yang benar akan Tuhan.  Yang dimaksud  mengenal  bukanlah sekadar tahu, tapi lebih dari itu, yaitu memiliki hati yang melekat pada Tuhan, dan ada persekutuan yang karib dengan-Nya yang terjadi secara terus-menerus.  Bila hanya sekadar tahu saja, maka kita tidak akan pernah tahu isi hati-Nya. Nabi Hosea menyadari betapa pentingnya kita mengenal Tuhan, karena itu ia mengundang kita untuk mengenal Tuhan (Hosea 6:3). Nabi Hosea mengingatkan kita semua bahwa Allah lebih menyukai kasih setia dan pengenalan akan diri-Nya daripada korban sembelihan dan korban-korban bakaran (Hosea 6:6) Sahabat, mengenal Tuhan akan membuat kita mengasihi-Nya. Selain itu, dengan mengenal Tuhan, kita lebih mengenal diri sendiri. Mengenali potensi yang Tuhan berikan kepada kita untuk hidup luhur dan memuliakan-Nya. Oleh karena itu marilah kita semakin bersungguh-sungguh di dalam Tuhan, lebih dan lebih lagi.  Mengenal Tuhan berarti mengerti isi hati-Nya, mengerti kehendak-Nya, mengerti rencana-Nya, menyelaraskan setiap langkah hidup seturut dengan firman-Nya, serta berusaha untuk tidak menyakiti atau mengecewakan Tuhan dengan ketidaktaatan. Untuk menggali lebih dalam tentang topik: “Undangan untuk mengenal Tuhan lebih dalam”, maka Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari 2 Petrus 1:1-10. Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini: Apa isi undangan Tuhan kepada kita? (ayat 2-3) Rasul Petrus mengingatkan kita tentang panggilan Tuhan yang harus kita kerjakan dengan sungguh-sungguh.  Tidak ada kata setengah-setengah dalam menjalani kehidupan kita sebagai orang percaya. Untuk itu apa saja yang perlu kita tambahkan kepada iman kita? (ayat 5-7) Apa janji yang disampaikan Rasul Petrus kepada kita? (Ayat 8 dan 10) Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

NAMA BAIK dan KEKAYAAN

Sahabat, dalam beberapa kesempatan bapak  Ev. Andreas Christanday, pendiri Yayasan Christopherus menyatakan bahwa orang percaya boleh menjadi kaya bahkan kaya raya, tapi yang paling penting untuk diperhatikan adalah bagaimana cara mendapatkan dan bagaimana cara menggunakan kekayaannya. Sedangkan bapak Pdt. Paulus Hartono dari Mennonit Diakonia Service menyatakan bahwa kalau orang sudah mendapatkan “jeneng” (nama), maka “jenang” (berkat, kekayaan) akan datang dengan sendirinya. Sahabat, hampir tidak ada orang yang bermimpi dan berdoa  supaya menjadi orang miskin. Jika bisa, tentu kita semua ingin hidup tanpa harus menghemat mati-matian. Kita bekerja banting tulang seharian bukan hanya ingin supaya hidup pas-pasan atau malah berkekurangan. Semua orang ingin bisa menikmati hidup, dan banyak orang percaya kenikmatan hidup itu berasal dari kekayaan. Uang dipercaya banyak orang bisa mendatangkan kebahagiaan. Karena pola pikir yang sudah mendarah daging tersebut, kemudian banyak orang yang rela melakukan apa pun agar bisa memperoleh uang lebih dari ala kadarnya. Ada cukup banyak remaja perempuan  yang rela menjual kehormatannya agar memiliki uang yang banyak untuk bisa hidup dalam kemewahan. Orang melakukan korupsi tanpa memikirkan risiko. Harga diri dan nama baik  keluarga pun tidak lagi dipandang sebagai sebuah hal yang penting kalau sudah bicara soal uang. Betapa ironisnya ketika orangtua bersusah payah membesarkan anak-anaknya agar mampu hidup dengan baik di masyarakat dan berbakti kepada  mereka, tetapi kemudian anak-anaknya malah melukai hati mereka dengan melakukan berbagai tindakan-tindakan yang tidak terpuji.  Gemerincing uang membuat banyak orang lupa diri dan tidak lagi mampu berpikir jernih. Sahabat, untuk memahami lebih dalam tentang topik nama baik dan kekayaan, maka Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Amsal 22:1-16. Berdasarkan hasil perenunganmu dari pembacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini: Apa yang engkau pahami tentang nama baik, kasih, dan kekayaan? (ayat 1) Apa hubungan antara kekayaan dengan bagaimana cara mendapatkannya, dan apa akibat yang harus ditanggung oleh si pelaku di kemudian hari? (ayat 4, 8, 11, dan 16) Selain bagaimana cara kita mendapatkan kekayaan, cara menggunakan kekayaan kita juga perlu mendapatkan perhatian dengan baik. Bagaimana pemahamanmu tentang hubungan antara  orang kaya dan orang miskin? (ayat 2 dan 9) Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg)

Harumnya Sebuah KEMENANGAN

Sahabat, pada awal Agustus 2021 di tengah-tengah pandemi Covid-19 dan suasana merayakan HUT ke-76 RI, dari Jepang,  kita mendengar berita yang menggembirakan, ganda putri bulutangkis Indonesia meraih medali emas.   Pasangan ganda puteri bulutangkis Indonesia, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, selain memperpanjang rekor medali emas di gelaran empat tahunan itu, mereka juga menorehkan rekor baru. Keduanya menjadi pasangan ganda putri pertama asal Indonesia yang meraih medali emas di ajang Olimpiade. Selain itu medali emas yang mereka raih, merupakan satu-satunya medali emas yang berhasil dibawa pulang kontingen Indonesia dalam Olimpiade 2020 di Jepang. Maka tak heran begitu banyak penghargaan dan hadiah yang diberikan kepada Greysia dan Apriyani. Betapa harumnyanya sebuah kemenangan. Berbicara tentang kemenangan, tak lepas dari yang namanya peperangan, perjuangan, kerja keras, jerih lelah, tetesan keringat, disiplin, dan pergumulan yang lain.  Begitu pula dengan  perjalanan hidup kita,  seperti berada dalam  medan pertandingan atau peperangan:  Berperang melawan musuh  (Iblis), berperang melawan kedagingan, juga bergumul dengan permasalahan hidup.  Tetapi kita patut bersyukur karena Kristus selalu membawa kita di jalan kemenangan-Nya.  Sahabat, kemenangan terbesar yang kita alami di dalam Kristus adalah kemenangan atas dosa!  Dosa adalah masalah terbesar yang dihadapi manusia, dan tak seorang pun manusia di dunia ini yang dapat menyelesaikan dosanya sendiri.  Kristus adalah satu-satunya jalan untuk manusia dapat memperoleh penebusan dosa (Efesus 1:7 dan Roma 6:12).   Untuk menggali lebih dalam topik tentang KEMENANGAN, Bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari 2 Korintus 2:12-17. Berdasarkan hasil perenunganmu dari pembacaaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini: Kenyataan apa yang Rasul Paulus dapati ketika ia tiba di Troas? (ayat 12) Lalu apa yang membuat hati Paulus cemas dan gelisah? (ayat 13 dan 2 Koritus 2:4) Apa perbedaan,  Kristus bagi mereka yang diselematkan dan bagi mereka binasa? (ayat 15 dan 16) Apa makna implisit pernyataan Paulus di ayat 16 dan 17 bagi orang percaya saat ini? Selamat sejenak merenung. Tuhan memberkati. (pg).